We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Mariner

My Mariner

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 21, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
1 jam, ia tersenyum menenangkan. 2 jam,menyisipkan rambut brunette-nya ke sisi telinga dan mulai gelisah. 3 jam,memeluk tubuhnya yang mulai menggigil dan menyeka setetes darah yang terus keluar. Dia tak akan menyerah, tidak untuk sekarang. Kulitnya pucat seolah mati,bibir ranum itu kini berubah menjadi keunguan, bahkan darahnya tak berhenti menetes seperti hujan yang saat ini mencibir atas sifat keras kepalanya.Apa yang ia lakukan ? Apa dia sudah tidak waras? Seseorang harus menolongnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Hati
  • Unfinished Business
  • Slice of Love
  • SHORT STORY
  • Love ?
  • Bisikan
  • LOSE YOU (COMPLETED)
  • Hug Me {Sehun Irene}
  • Short Story By Ratuqi
  • Girlsfriend's best Friend

Aku mencintainya dengan segenap hatiku. Kuberikan pengabdian tiada batas untuknya. Kuletakkan kesetiaanku pada tempat yang paling tinggi. Tapi... Itu semua hanya menjadi keping yang terserak tanpa bisa dipungut lagi. Aku berharap melabuhkan bahteraku pada yang ku kira adalah muara cintaku tetapi semuanya hanya menjadi cinta yang dangkal. Badai menghempas, meluluhlantakkan semuanya. "Maaf de...aku sudah tak punya lagi chemistry padamu, tak kurasakan lagi perasaan yang pertama kali dulu ku punya padamu" "Kenapa mas...kenapa? kenapa bisa kamu lakukan ini?" "Setelah kamu melahirkan dan setelah anak ini mempunyai akte kelahiran, kita akan segera menyelesaikan semuanya" 6 tahun tak lantas membuat segalanya menjadi lebih indah. Aku hancur sehancur-hancurnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines