Don't Let Me Go

Don't Let Me Go

  • WpView
    Reads 332
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing1h 2m
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 24, 2016
Kesendirian ini mencekik dan hampir membunuhku Menabur garam di luka yang tak kunjung pulih Merobek paksa lubang menganga di dada Tik,tik,tik... hanya nada jarum jam berharmonisasi Tik, tik, tik... memanggil seseorang untuk kembali Tak ada yang terjadi, semuanya masih sama Bersama kesendirian yang kian membayang Suasana di lantai 4 itu kembali sunyi, tidak ada suara kehidupan apapun yang bisa terdengar. Lagi-lagi hanya suara mesin yang menjadi latar suara setiap malam di rumah sakit ini. Begitu juga dengan kamar 702, setiap malam dan setiap harinya hampir tidak pernah terjadi apa-apa. Hanya seorang gadis yang tergeletak lemah di ranjang, tidak ada yang menemani gadis itu setiap malam melainkan hanya suara monoton mesin dan berbagai selang di setiap lobang tubuhnya. Percayalah, tidak ada yang terjadi. Setiap harinya, setiap minggunya, bahkan setiap bulannya. Gadis itu tetap koma, gadis itu tetap sendirian. Gadis itu seakan menikmati setiap mimpi dalam tidurnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi Setelah Hujan
  • Bumi
  • I Love, Ayah! (Repost)
  • [C]✓Mrs. Maiq Hakimi
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • The Same Heartbeat
  • Where We Started [END]
  • SEKETIKA BERUBAH
  • ISTERI SANG MAFIA

"Barangkali, penantian itu tidak akan pernah sampai karena kau yang tidak akan kembali dan aku yang pelan-pelan mati." -Dineshcara Elakshi. Pada hakikatnya, kita semua adalah makhluk Tuhan yang pasti memiliki masalah hidupnya masing-masing, tentunya berbeda dengan satu dan yang lainnya. Begitu pun dengan Dineshcara yang tetap menjalani hidup di kala raganya yang perlahan mati. Semangat hidupnya tak lagi sama sejak sang kekasih pergi meninggalkannya untuk selamanya. Harapnya tak pernah hilang untuk mendambakan kekasihnya kembali. Ikhlasnya bohong lantaran Dineshcara merasa semuanya akan berjalan seperti semula. Gadis itu tidak pernah benar-benar ikhlas melepas seseorang yang telah menjadi rumahnya selama hampir sembilan tahun. Pekerjaannya saat ini menuntutnya untuk selalu profesional dan mampu mengelola emosi dengan baik. Mungkin, Dineshcara mampu melakukannya. Tapi, bukankah selalu ada satu dari sepuluh orang yang tidak mempercayainya? Dia, lelaki jangkung bertubuh tegap yang tidak pernah yakin Dineshcara mampu melakukan itu semua. Di antara keduanya pun sama sekali tidak ada persaingan dalam pekerjaannya, lalu apa alasan laki-laki itu tidak mempercayai Dineshcara?

More details
WpActionLinkContent Guidelines