Look At Me

Look At Me

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 9, 2016
"Move one!" . . . "Lo kira gampang, hah? Susah tau!" . . . . "Res, gak bosen liat gue merjuangin lo terus?" . . . "Yang namanya cinta, bukan cuma satu yang berjuang!" . . . "Siapa bilang ini cinta? Yang namanya cinta pasti perasaan gue dibales Ini namanya perjuangan, lo tau gak? Cinta gue masih OTW!" . . . "Dari pada nyari yang lain yang kayak lo, mending gue pertahanin deh Res. Kalo nyari yang baru lagi pasti nambah susah deh!" . . . "Sumpah, lo udah kayak manusia tersabar, manusia yang paling berjuang yang pernah gue liat" . . . "Ini hidup, salah satu pasti harus ada yang berjuang, gue yakin gue akan dapet balesanya, segaperduli apapun dia sama gue, sekesel apapun wajahnya kalau ngeliat gue, apalagi kalau gue udah ngajak dia kencan. Gue percaya semua akan dibales pada waktunya." . . . Look At Me story by: ICCHI.CH /Maafkan kalau kata - katanya kurang bagus dan kurang nyentuh dihati, alurnya berantakan dan lain - lain karena gue adalah new author disini, panggil aja icchi salam kenal ya!/
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • "Where Are You Now?"[Sequel To Destroy][THE END]
  •  Cuman Kebetulan
  • Save and Protect
  • READER VS TUJUH BOBOIBOY
  • I AM YOU || Han Jisung ✔
  • Dream. How To Fight x Male Reader
  • Maafkan Aku
  • [✅] Pernikahan Kontrak | Bakugou Katsuki x Readers | Adult AU
  • save me

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines