Cowok Permen  Karet

Cowok Permen Karet

  • WpView
    Membaca 21
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Apr 22, 2016
>>Prolog "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh." Jeda. "Satu, dua, tiga, empat, lima." Jarinya menyusur simetris ke kanan. "Tujuh sama lima kalo di kali, jadi tiga puluh lima." Ujar Tito bergumam. "Ini lebih dua." Sambungnya lagi. "Jadi semuanya tiga puluh tujuh." Akhirnya Tito manggut - manggut sok tahu. Sisa permen karet yang sudah Tito kunyah itu tertempel tidak elit di kolong meja sekolahnya. Bentuknya macam - macam. Ada kotak, persegi panjang, bulat, segitiga, bahkan ada juga yang berbentuk hati, alias love. Dari sekian banyaknya bekas permen karet itu di tempel, Tito sengaja membuat garis turun dan mendatar. Agar memudahkan Tito menghitungnya nanti. Dan permen karet yang terakhir ia tempelkan barusan sudah ia bentuk menjadi gambar hati. Seperti keadaan perasaannya yang saat ini tengah membuncah bahagia. Karena kehadiran seorang siswi baru di kelasnya. Adanya dia menimbulkan banyak hiburan juga tragedi. Dan itu memang sengaja dibuatnya. Ulah yang sengaja di buat - buat Tito, dan kawan - kawannya tentu saja. Awalnya, Lulu Khalida--siswi baru di kelasnya tak menggubris ulah bocah - bocah berandalan itu. Hingga pada suatu saat kejadian yang Lulu pikir sudah mencapai ambang batas kesabarannya telah dilakukan Cowok Permen Karet itu menyulut amarah dan menginjak - injak harga dirinya. Dan sejak saat itu, Lulu sudah memutuskan jika Tito adalah teman laki - laki yang harus selalu diwaspadai dan amat sangat dibencinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sailing With You [END]
  • Unintelligible (Complete)
  • ALLASSO (END)
  • GALANG [SELESAI]
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • When The Heart Blooms
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Good Scenario (COMPLETED) ✔️
  • PESAN UNTUK RAYAN

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan