Penyesalan memang datang di akhir sebuah kesalahan, aku paham betul.
Namun aku belum siap untuk menyambut sesaknya, belum.
Aku terlalu percaya diri menyangka kamu akan selalu ada disisiku, sehingga dengan egoisnya aku tak memperdulikan mu.
Sampai waktunya kamu menjauh, menyerah dengan aku yang tidak kunjung menghargai kehadiranmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
aku menunggumu
telah lama menunggumu
di depan pintu istana hatimu
dengan hati cemas dan ragu
dengan harapan seperti biasa
bahwa kau akan mau membuka
satu-satunya pintu istana hatimu
yang lama kucintai, setegak tugu