Last Minute

Last Minute

  • WpView
    GELESEN 8
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert So., Apr. 24, 2016
Prolog Ku akan lakukan apapun untukmu, dan aku akan luangkan waktuku untukmu. sebisa mungkin aku ingin selalu denganmu bersamamu, tapi apakah itu mungkin? . . . Seoul 2002 Siang yang terasa dingin, hanya ada hamparan salju memenuhi seluruh wilayah korea selatan, permukaan aspal yang hitam pun memutih, pohon pun sudah tak tampak hijau, matahari pun enggan menampakkan diri, mobil-mobil yang terpakir diluar rumah benar-benar tertutip salju, tanda-tanda kehidupan tak ada, tiada burung yang mencari makan ataupun tupai mencari kacang kenari mereka bersembunyi disarang dan berkumpul bersama keluarga mereka. Berbeda dengan tiga bocah cilik yang berada ditaman kecil, hanya ada air mancur ukuran kecil yang sebagian airnya membeku, tempat duduk yang tertutup salju, mereka tengah asik bermain kejar-kejaran kadang mereka terjatuh dan tertawa benar-benar serasa dunia hanya milik mereka bertiga yang terdiri dari dua bocah laki-laki berumur 10 tahun dan perempuan 8 tahun. Salah satu bocah itu sedang membuat sesuatu dan berkata "Hei... rasakan ini" dia melemparkan bola salju kecil kewajah bocah perempuan hingga sang empunya terpeleset salju karena kaget. "Hei Jae hyun , apa ini terlihat lucu untukmu??" tanya bocah perempuan dengan marah melihat teman tertawa terbahak-bahak setelah melemparkan bola salju padanya. "ehmm lucu, bukan lucu lagi tapi sangat sangaaaat lucu hahaha" dengan bibir yang maju beberapa senti bocah perempuan itu mengadu pada temannya yang lain "Jae Yoong oppa lihat lah si jelek itu menertawaiku" "apa? aku jelek berarti secara tidak sadar kau juga mengatakan pada Jae Yoong jelek" Jaehyun menjulurkan lidahnya sebal. "haha... sudah sudah, apakah kalian tidak lapar?" tanya Jae Yoong dengan muka polos "hei kenapa dipikiranmu hanya ada makan? badan kau juga tidak pernah bertambah besar" ucap Jaehyun sebal. . . . "Tuhan aku rindu mereka" sepasang mata menatap langit yang mulai menggelap karena tertutup awan. . . . TBC
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • One More Chance
  • Happiness || sunsun
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • The Untold Word
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • My Little Girl
  • Ice Girl
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Bandung Dan Segala Lukanya

"kenapa kalian menatapku seperti itu?" "seperti itu bagaimana?" tanya Heeseung dengan sebelah alis terangkat keatas. raut wajahnya memang terlihat tenang, namun siapa sangka sebuah senyum miring tercetak samar dibelah bibirnya. "jadi.. Hyung menyukai pelukanku?" tanya Jungwon yang kembali melangkah maju mendekati Jake yang sudah tersudut didinding. "a-apa? a-aku kan hanya-" "menyukai tatapanku?" potong Jay yang tentu saja membuat Jake menelan salivanya susah payah. "i-itu aku hanya mengatakan secara acak! iya acak, kalian kenapa sih?!" seru Jake cepat, bahkan nada suaranya terdengar melengking diakhir. "Hyung menyukai saat kami memanjakanmu bukan." ujar Niki, yang seketika membuat detak jantung Jake semakin menggila. "dan cemburu saat kami dekat dengan grup lain." tambah Sunoo. Jake mengangguk tanpa sadar, namun beberapa detik setelahnya menggeleng kuat. Sunghoon yang sejak tadi diam melangkah lebih dekat, lantas mengangkat dagu Jake hingga kepalanya terangkat guna menatap wajahnya. "kau menyukai kami?"" Jake menyingkirkan tangan Sunghoon dari dagunya lantas mendengus sebal. "tentu saja aku menyukai kalian! kalian kan kel-" "ok.. jawabanmu kami terima dan kedepannya kau hanya perlu diam dan menikmati." potong Sunghoon diakhiri dengan kecupan singkat dibibir Jake. yang mana perlakukan tersebut membuat nafas Jake terhenti sesaat dengan fikiran kosong. terlebih saat Heeseung, Jay, Jungwon, Sunoo dan Niki ikut andil mengecup bibir ranumnya secara bergantian. "BIBIRKU?!!!!" teriak Jake saat sadar dari keterkejutannya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien