We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Apr 23, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Cinta membuatku rapuh, lemah, dan terjebak di dalam kebingunganku sendiri. Kawan inilah kisahku bersamanya. Saat itu aku duduk di bangku SMP kelas Ix. Oh.. yah nama aku nabila dan umurku 14 tahun. Pada saat itu aku membencinya karena sikapnya yang super jutek dan menyebalkan membuatku kesal. Dan lebih menyebalkannya lagi dia satu kelas denganku. Akan tetapi setelah aku dekat dengannya ternyata dia orangnya baik, manis dan lembut, Nama cowo ini sebut saja ahmad Setelah ku tahu sifat aslinya aku berharap dan ingin menjadi kekasih hatinya. Setiap kali aku melihatnya pasti hatiku berbunga-bunga, aku bertanya-tanya "Apakah ini yang dinamakan cinta?". Pada saat itu aku mulai mengobrol dengannya, bercanda,tertawa dengannya dan aku pun merasa sangat bahagia,. Di Bbm aku VN'an dengannya disitu aku tertarik sekali dengan suaranya walaupun tidak bagus. ,.tetapi... Setelah ku mengetahui dia mencintai orang lain hatiku terasa sakit seperti disayat-sayat dan ku tak mampuh menahan air mata
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Dear Bad Boy
  • BAD
  • Yang Tertinggal
  • Admire Or Love
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • Hopeless
  • Alice & Adrian
  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • PLUTO

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines