MOMENTS
Jika melihat ke belakang, Darla tentu tidak menyangka garis takdirnya akan selalu bersinggungan dengan Aslan. Semuanya bermula sejak insiden di kantin sekolah. Sejak saat itu, selalu ada ruang bagi keduanya bertemu. Entah semesta yang bekerja, atau justru salah satu di antara keduanya yang membuka jalan.
Dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, berputar arah menjadi pertemuan yang disetujui keduanya. Lewat sana, ada banyak pintu di hati yang tadinya tertutup pelan-pelan terbuka. Terlebih, pintu kepercayaan.
Namun sayangnya, mendapatkan sesuatu selalu lebih mudah daripada menjaganya. Jadi, mampukah mereka?
Copyright© 2025 by Lovieenroses