Mendulang Kata di Batas Senja

Mendulang Kata di Batas Senja

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 12, 2017
WpInfo
Poetry
Kumpulan puisi iseng nan coba-coba yang berisi muntahan emosi, kadang juga buah pikiran dengan embel-embel nama rasionalitas, serta segudang absurditas polah tingkah lingkungan masyaraqat seqitar. CAUTION(!): Jangan berharap yang muluk-muluk di sini, karena (kemungkinan besar) isinya jauh dari ekspektasi Anda. Sebab yah, si penulis cuma manusia tanggung yang canggung dan sok bisa nulis puisi.
All Rights Reserved
#284
kamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • Pagi
  • Sajak Sang Pemimpi
  • Ruang Rasa..
  • Puisi: Aksara Bercerita
  • Goresan Pena
  • Autumn Farewell [Sudah Dibukukan]
  • KLASIK √

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines