Guru Tampanku.

Guru Tampanku.

  • WpView
    Reads 636,027
  • WpVote
    Votes 10,811
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 24, 2016
Sejenak tak ada jawaban. Digo pun sempat ragu-ragu untuk melanjutkan. Apakah mungkin si Sisi yang vulgar dan nakal itu masih virgin? Belum pernah merasakan lidah lelaki menjilat-jilat bibir vaginanya, mengisap-isap klitorisnya? Apakah mungkin ia belum pernah menggosok-gosokkan dan menghentak-hentakkan celah vagina di bibir dan hidung seorang lelaki? Kalau belum, mengapa ia mengatakan suka pada tangan kekarku?, tanya Digo dalam hati. Rasa penasaran membangkitkan gairah kejantanannya. Bagian bawah pusarnya mulai tegang ketika membayangkan keindahan bulu-bulu di sekitar vagina itu. Bulu-bulu yang dapat ia tatap sepuas hatinya. Tidak hanya pandangan sekilas seperti ketika ia memungut pensil dari depan kursi gadis belia itu. Bulu-bulu halus yang masih pendek, yang membuat ia gemas ingin menarikinya dengan bibirnya. Menggelitiknya dengan kumisnya yang mulai tumbuh, Gelitikan yang membuat pinggul itu mengelinjang. Lalu ia akan menjilatnya. #khususdewasa,yangnekat,sayatidakbertanggungjawab
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • cinta dan dendam
  • Dokter Are you Crazy? (Proses Revisi)
  • Kamu (COMPLETED) (Repost)
  • Love to Change Everything (PRIVATE-EDITING)
  • ~Lovely Day~[proses]
  • maafkan aku mencintainya
  • SANG PENDEKAR
  • Falling In Love With My Enemy
  • His touch, Her desire

Lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu. Tunggu saja tanggal mainnya dan kau akan terkejut dengan sikap manis yang ku Beri padamu selama ini. luka yang kau beri masih berbekas. Aku sungguh membencimu wanita munafik. -sandigo alfero king Tak ku sangka akhirnya aku kembali bertemu dengannya. Setelah sekian lama waktu yang kami lewati setelah kejadian menyakitkan itu. Aku merindukanmu .. Sangat teramat merindukanmu. -sisila amena syan Pertemuan Ini bukanlah awal dari kebahagiaan untuk digo dan sisi. kebencian digo karna masa lalu yang pahit mampu dengan sempurna menutupi cinta untuk perempuannya itu. namun disaat digo menjalankan misi nya slalu bertentangan antara cinta dendam dan logika.

More details
WpActionLinkContent Guidelines