The Lost Existence

The Lost Existence

  • WpView
    Reads 20,656
  • WpVote
    Votes 1,584
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 11, 2020
Adakah mahkluk luar angkasa? Hal itu selalu menjadi pertanyaan di masa kecilku, ada berbagai planet, tata surya, galaksi, aku yakin ada kehidupan lain di luar sana. Tayangan yang kusaksikan makin mengembangkan imajinasiku. Starwars, Startrek, Gundam. Rasanya pasti seru sekali menggunakan light saber, atau bertempur melawan alien dengan mecha. Pertanyaanku pun berubah menjadi obsesi. Obsesi masa kecilku membawaku menjadi sekarang ini. Menjadi peneliti yang mengamati berbagai benda di alam semesta ini. Aku mencari-cari mereka tetapi tidak pernah membuahkan hasil. Ketika aku lelah mencari mereka, mereka tiba-tiba datang. Aku sangat gembira. Apa yang harus kukatakan? Apa yang harus kulakukan? Banyak hal yang ingin kukatakan kepada mereka, tetapi kegembiraanku hanya muncul sesaat ketika dia memberitakan sesuatu yang sangat mengejutkan. Planet bumi akan hancur, kehancuran yang tidak bisa dihindari. Alien ini memberitahukan kepada kami satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri.
All Rights Reserved
#6
explorer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Flight
  • SCRYPTINUS's FLEET
  • Planet itu bernama Bumi  | Part 1: Tentang Farbe
  • Do you love me???
  • Alicia Stories : In Another World
  • [Rombak] -Kemunculan Planet-planet Baru di Tatasurya
  • Karena Kamu Rumahnya
  • CATATAN HARIANKU
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

More details
WpActionLinkContent Guidelines