Story cover for Learn To Love by syastories_
Learn To Love
  • WpView
    Reads 1,083,341
  • WpVote
    Votes 85,094
  • WpPart
    Parts 50
  • WpView
    Reads 1,083,341
  • WpVote
    Votes 85,094
  • WpPart
    Parts 50
Complete, First published Apr 24, 2016
"Ali. Kamu itu gak bisa senyum ya?" 

Pertanyaan itu selalu terdengar di telinga remaja usia 17 tahun Ini. Ali hanya menatap dingin sekelilingnya.

***

Kapan ya aku bisa liat kamu senyum terus setiap hari? 
Senyum kamu itu indah tau. Aku bisa jadi temen curhat kamu kok. 

Kamu bisa ceritaiin apa aja sama aku. Aku temanmu Ali. Mungkin..

-Prill.



Gak butuh teman Prill. Buat apa teman kalau nantinya dia nusuk dari belakang? Atau apapun itu 

 Gak butuh cinta. Yang gue butuh ketulusan hati. Gak butuh kaya harta.Yang penting kaya hati. 

Senyum gue emang indah. Lo baru tau?

Senyum gue tuh mahal. Jadi kalau lo mau liat senyum gue bayar dulu.

-Li.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Learn To Love to your library and receive updates
or
#4syarieflatuconsina
Content Guidelines
You may also like
Stay (Away) by hazelaice
64 parts Complete
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
You may also like
Slide 1 of 9
Ali Alfikri [Selesai] cover
My Lovely Fans cover
MY BARBIE cover
Stay (Away) cover
Fragile cover
Heart Cold Boy cover
Denganmu Cinta (CCS sesi 2) cover
Malaikat Terindah cover
HATE BE LOVE (END) cover

Ali Alfikri [Selesai]

55 parts Complete

[S E L E S A I] Ali mencintai Prilly. Begitu juga sebaliknya. Sifat Ali yang tempramental, keras kepala dan tidak mau diatur, membuatnya dijuluki Bad Boy disekolah. Tapi, saat bersama Prilly, Ali seperti anak kucing yang penurut. Ali itu posesif, dia cemburuan. Suka melarang Prilly dekat dengan cowok, sedangkan Ali sendiri tidak memberi kepastian kepada Prilly. Tapi dibalik semuanya, ada satu hal yang Ali sesalkan. Tentang perjanjiannya bersama seseorang. Perjanjian terbodoh yang membuat segala hal tentang kisahnya dan Prilly, berubah dalam sekejab. "Aku mencintaimu, bahkan jauh sebelum perjanjian bodoh itu!" Dan juga, kisah ini tentang seseorang yang datang beberapa tahun kemudian. Menarik masuk kedalam dunianya, hingga melupakan sesuatu yang berharga.