Learn To Love

Learn To Love

  • WpView
    LETTURE 1,083,394
  • WpVote
    Voti 85,094
  • WpPart
    Parti 50
WpMetadataReadCompleta dom, ott 16, 2016
"Ali. Kamu itu gak bisa senyum ya?" Pertanyaan itu selalu terdengar di telinga remaja usia 17 tahun Ini. Ali hanya menatap dingin sekelilingnya. *** Kapan ya aku bisa liat kamu senyum terus setiap hari? Senyum kamu itu indah tau. Aku bisa jadi temen curhat kamu kok. Kamu bisa ceritaiin apa aja sama aku. Aku temanmu Ali. Mungkin.. -Prill. Gak butuh teman Prill. Buat apa teman kalau nantinya dia nusuk dari belakang? Atau apapun itu Gak butuh cinta. Yang gue butuh ketulusan hati. Gak butuh kaya harta.Yang penting kaya hati. Senyum gue emang indah. Lo baru tau? Senyum gue tuh mahal. Jadi kalau lo mau liat senyum gue bayar dulu. -Li.
Tutti i diritti riservati
#357
aliprilly
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Inginku Memilikimu
  • I Love You Adik Kelas Ku
  • BUKTI ✔
  • MGID 1(EDITING)
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • I Love You Just The Way You Are! [END]
  • MY BARBIE
  • It's Complicated Love Story
  • Heart Cold Boy

Walaupun aku tahu, aku sudah berkali-kali membuat kesal bahkan marah. Dan saat kamu kecewa denganku, aku datang dengan wajah tidak berdosa. Disaat aku sedih, kamu yang ada disampingku. Saat aku bahagia pun, kamu merasa bahagia walau aku tahu, tersirat ada rasa keKECEWAan. Namun demi membuatku tersenyum, kamu mengeluarkan beribu cara untuk menyembunyikan semua itu. Maafkan aku! Aku tidak tahu! Sumpah! Aku tidak mau salah memilih lagi! Aku tidak rela kamu bersama yang lain. Mungkin aku egois, karena hati. Hati aku yang selalu menuntunku untuk memilihmu. Prilly. Sungguh, aku sudah tak kuat menerima kenyataan ini. Dia sudah bahagia! Tapi aku tetap mengharapkannya! Kenapa Tuhan! Kenapa Engkau mengirim aku hanya untuk menjaganya, bukan memilikinya! Aku ingin menangis menyaksikan semua ini! Tapi aku tak mau terlihat lemah. Aku harus kuat. Tapi, saat dia menceritakan apa yang terjadi hari ini dengan senyum riangnya, ya? Aku senang. Apakah aku harus rela melepaskannya untuk orang lain yang disukainya?! Aku tak rela Tuhan! Aliando.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti