Senja
  • WpView
    Reads 350,773
  • WpVote
    Votes 17,724
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 29, 2016
WpInfo
Fanfic
Pertama kali aku bertemu dengannya ketika hari pertama masuk SMA. Sejak saat itu, kami langsung berkenalan dan menjadi teman dekat. Wajahnya sangat manis, mungkin karena potongan rambut pendek di atas bahunya. Tawa khasnya yang memperlihatkan gigi gingsulnya sungguh lucu sekali. Tatapan sayu matanya sangat meneduhkanku. Berbagai hal kami lewati selama masa sekolah, suka maupun duka. Sampai saat kami hampir lulus, suatu kejadian yang tidak pernah kuduga terjadi. Aku terpaksa meninggalkannya karena hal itu. Dua tahun jauh darinya membuatku menyadari bahwa aku mempunyai perasaan yang sama dengannya. Kuputuskan kembali ke negara asalku untuk bertemu dengannya dan memperbaiki hubungan kami. Mungkin... ini adalah kebersamaan kami yang terakhir. Jadi kumohon, dengarkanlah kisah tentang kami ini.
All Rights Reserved
#50
kinal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soal Rasa 2
  • Don't Go Away
  • my story
  • My Icy Girl (COMPLETED)
  • Don't Talk About Money
  • Between Us || gxg (End)
  • Not Just A Friend
  • When Love is Breaking
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • Hanya 1 Bulan [END]

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

More details
WpActionLinkContent Guidelines