Jiwa Berpuisi

Jiwa Berpuisi

  • WpView
    Leituras 103
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jun 10, 2016
Aku penulis propa! Berpuisi mengikut nada hati yang bertakhtakan perasaan dimana mempengaruhi jiwa. Maka, jiwa ku berkeras mahu melemparkan kata berlapik, siapa terkena dia yang sakit! Terimalah :)
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Bittersweet [B2]
  • She, My Exception (REVAMP)
  • Apabila Hati Berbicara ✔︎
  • Aku Hanya Mahu BERBICARA !!! ✔
  • Suami Ku Ketua Pengawas
  • Coretan Seorang Penulis
  • ILMAN FATHAN || Akankah Hati ini Berpaling?
  • MY BELOVED MR.TENGKU🌹(COMPLETED)
  • TENTANG KITA - REVAMP (C)

﷽ 𝑩𝒐𝒐𝒌 𝑰𝑰 𝒐𝒇 𝑩𝒊𝒕𝒕𝒆𝒓 𝑺𝒆𝒓𝒊𝒆𝒔 𝑪𝒐𝒍𝒍𝒂𝒃𝒐𝒓𝒂𝒕𝒊𝒐𝒏 𝒘𝒊𝒕𝒉 @𝒊𝒄𝒉𝒂𝒍𝒎𝒉 Beberapa tahun berlalu, kisah mereka yang belum dimulakan sudah terhenti. Awan juga sudah lelah meneka hati dan perasaan dua jiwa ini. Ada permulaan yang belum bertemu pengakhiran. Dan, ada beberapa soalan yang masih belum terjawab. Mungkin, masa yang akan menentukan apabila dua insan ini bersatu. Ada jiwa-jiwa yang masih belum pulih, ada jiwa yang masih belum mengenal bahagia. Jadi, kisah ini masih belum berakhir dengan lekas. Di bumi Kemboja, ada dua pasang mata yang kembali berlabuh pada hati yang tepat atas aturan Ilahi. Siapa sangka di misi kemanusiaan itu, Tuhan mengizinkan mereka bertemu? "It's nice seeing you laugh. Lagi-lagi bila saya penyebabnya." - Wafdan Imdad. "Awak sihat ke tidak ni?" - Wafiyyah Ilhami. Siapa sangka juga salah seorang di antara mereka mula menyedari perasannya? Ya, kerana yang Di Atas Sana maha membolak-balikkan hati serta perasaan mereka. Cuma untuk membina rumah ia memerlukan dua hati yang kukuh, supaya di lain hari rumah itu tidak akan roboh. Sehingga nanti badai menghentam, mampukah mereka bersabar dengan canda gurauan kehidupan? Wahai semesta, jiwa-jiwa ini layak mendapat bahagia. "Untuk seribu tahun pun lagi, mampukah awak bersabar dengan kita?" - Wafdan Imdad. p/s ; ini merupakan kisah sambungan buku Bittertruth, sila baca buku satu dulu untuk mengelakkan sebarang kecelaruan. "If you are reading this story on any other platform other than Wattpad you are very likely to be at risk of a malware attack. If you wish to read this story in it's original, safe, form, please go to www.wattpad/user/haniswrite. Thank you." FEB 2022 @haniswrite @ichalmh

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo