I Want You to Know

I Want You to Know

  • WpView
    Reads 1,410
  • WpVote
    Votes 258
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2020
Kita.. Ini bukan tentang keegoisan ku, atau tentang cinta yang gagal untuk ku beritahu. Ini hanya kisah sederhana tentang Kau, aku, dan waktu yang membuatnya menjadi kita. Kita.. Senyum itu, tawa itu, dan air mata itu. Kau bagi semuanya dengan ku dalam kata "kita" bagimu. Tapi itu cukup bagiku, karena aku tahu, apa yang saat ini kita punya cukup tetap seperti itu saja. Aku hanya mencoba membuat semua hal tetap pada alurnya. Bodoh dan naif bukan? Kita.. Apakah terlalu terlambat untuk menyadarinya? *** Cuma cerita dari seorang amatiran,masih banyak kekurangan. Tapi ide dan kreativitas seseorang harus tetap dihargai bukan? Say no to plagiarism. Copyright ©2016 Dni-all rights reserved
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • Hues of You
  • AzkaNaya [COMPLETED]
  • SENJA KU SENJA MU
  • My Home [Hujan Series]
  • CATUR [END]
  • SUDDEN SHOWER | Dia yang sempurna
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • The Last Birthday With You
  • Rintik Hujan
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines