ALL IN MY HEAD

ALL IN MY HEAD

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 14, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Warning!!! Mengandung unsur dewasa. Ku rindukan rasanya hidup yang lebih manis, ku buka memori lama dan teringat bahwa dulu aku memiliki segalanya. Namun, Suatu ketika ku terjatuh, aku sadar, semua hanya sekedar mimpi indah sisa semalam. Mungkinkah ini pertanda? Mungkin aku terlalu buta pada kenyataan. Sakit saat aku juga tak bisa berbuat apa-apa selain hanya berfikir, 'aku bukan orang baik, jangan berpikir terlalu keras tentangku.' Dari banyak kata yang orang-orang ucapkan , yang dapat menghiburku hanyalah diriku sendiri. Dan, melalui malam yang panjang aku mulai melangkah lagi, perlahan, dan tertatih... Siapapun tolong sadarkan aku dari kenyataan pahit ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Billionaire Prison
  • The Broken Lady [completed]
  • Short Story
  • My Perfect BASTARD
  • Your, Mine, Us
  • Miracle You (Tamat)
  • [End] Behind The Color
  • THE DARK CEO (COMPLETED)
  • Lime of Euphoria
  • 244 Days to Hurt You

[Budayakan VOTE Sebelum Membaca] The Billionaire Prison [Love is Difficult] "Apa yang kau katakan hingga ibuku berencana untuk menikahkan kita? Kau yang menghasut dia? Kau pikir kau siapa hingga bermimpi untuk menjadi pasangan ku?" Anna terdiam sejenak. Dia tidak sepenuhnya terkejut dengan reaksi Armand atas berita ini. Tapi dirinya tersinggung akibat tuduhan yang tidak mendasar dari lelaki itu, menuduhnya menghasut Diana, apa dia tidak berpikir sebelum bicara? "Rencanaku?___ asal kau tau, aku juga tidak menginginkan ini. Kau pikir aku mau untuk tinggal bersama iblis seperti mu?" Entah keberanian dari mana, tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulutnya. Armand yang mendengar itu langsung meraih paksa wajah Anna, mencengkram pipinya dan membuat wanita itu menatap kearahnya. "Iblis? Ya, kau benar dan kupastikan kau akan ku jerumuskan ke dalam penderitaan." ucapnya lalu membuang wajah Anna dengan kasar. Nadanya penuh dengan keseriusan membuat Anna sedikit gugup. "Ku perintahkan padamu untuk jangan bermimpi untuk menjadi istriku. Tolak semua rencana itu besok dan segera keluar dari sini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines