Story cover for Simfoni Hitam by FrizkaCahnia
Simfoni Hitam
  • WpView
    Reads 1,175
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 1,175
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Apr 25, 2016
"Aku hanyalah seorang gadis rapuh, sebelum bertemu denganya. Dia adalah seseorang yang menawarkan sekeping kisah sendu. Sekeping kisah sederhana yang membuatku rapuh dan kuat dalam satu waktu. Sekeping kisah gelap yang membuatku merasakan jatuh cinta dan patah hati dalam satu waktu..."
- Resya Aprillia

"Gue ini brengsek!! Jahat!! Dingin dan sama sekali gak punya hati. Gue sadar, gue terlalu banyak melukainya. Melukai seorang gadis yang gak pernah peduli dengan masa lalu gue yang gelap. Seorang gadis yang selalu membuat gue terjatuh jungkir balik berulang kali..."
- Rangga Altantra

"Dia adalah laki-laki yang menawarkanku sebuah tawa dan air mata. Mengajarkanku bahwa cinta tak selamanya tawa.  Menyadarkanku bahwa air mata juga bagian dari cinta... dia membuatku memandang cinta dengan sisi yang berbeda. Sisi kelam, yang membuatku tersesat terlalu jauh..."
- Raline Arlina

 Simfoni Hitam  by Frizka Cahnia
All Rights Reserved
Sign up to add Simfoni Hitam to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going) by librarika
63 parts Ongoing
Dunia ini sangat keras dengan perempuan, apalagi bila di masa lalunya terdapat sebuah aib besar 🌟🌟🌟 Mengandung di usia muda karena gaya berpacarannya yang bebas, Zia otomatis menghancurkan kehidupannya sendiri. Mulai dari kehilangan orang tua, berhenti sekolah dan dicemooh orang - orang sekitar, perlahan dia terima usai aibnya itu terkuak. Belum lagi kekasihnya, Elang yang tidak mau bertanggung jawab membuat hidup dia semakin sulit. Seiring bertambahnya usia wanita itu, karena menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah, Zia mulai bertekad mencari ayah untuk sang buah hati. 'Hanya bisa menerima masa lalunya' cukup dengan satu syarat tersebut siapapun orangnya pasti akan dia terima, pikirnya. Sempat yakin akan ide tersebut, saat dijalani ternyata Zia justru cuma mendapat luka yang lebih alih - alih calon suami, sebab tak semua lelaki bisa menerima masa lalu buruk pasangannya, begitupun keluarga mereka. "Tentu, aku ingin bahagia, tapi bila mereka terus mempermasalahkan masa lalu apa aku perlu mempertahankan keinginanku untuk menikah?" - Zia Cassiopeia "Jangan menyukaiku, lukaku belum kering, kamu bisa saja ikut menderita karenanya!" - Raden Elang Aghastya "Semua orang punya masa lalu yang buruk, gak terkecuali aku, jadi gakpapa mencoba bangkit lagi dengan bantuan orang lain dan berharap bahagia!" - Garuda Biantara "Aku janji gak akan menuntut apapun darimu, aku bicara begini hanya mau kamu tahu perasaanku selama kita saling berinteraksi dan bertemu supaya aku gak canggung lagi!" - Luna Rea Nanda
You may also like
Slide 1 of 8
Birulova cover
Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going) cover
Him | Park Jisung (END) cover
ALDIR cover
HATE BE LOVE (END) cover
Resonansi Beda cover
Garis yang Menyatu cover
Your Sweet Smile cover

Birulova

40 parts Complete

(Selesai) "Waktu kita mendaki bareng gue banyak belajar. Di sini gue nemenin lo dari pagi buta jalan bareng di bawah langit biru tanpa mengeluh ketika gue banjir sama peluh. Di sana, di puncak, kalau pada akhirnya lo lebih milih bersama orang lain yang menurut lo pantas menikmati matahari tenggelam dan menutup hari bersama lo, gue juga nggak akan ngeluh. Itu hak lo, buat gue perjalanan sama lo di bawah langit biru lebih indah ketimbang hanya memandang jingganya langit yang kemudian hilang." - Dealova Priscanara "Gue selalu mencoba jadi yang terbaik meskipun gue harus mengorbankan diri gue sendiri demi hal itu. Gue rela lo cap dengan sapaan paling hina selama lo nggak sentuh orang-orang di sekitar gue. Saat dituding sebegitunya gue kadang mikir seberapa sempurna lo sampai nyacat orang lain." - Padmana Biru Abimanyu "Gue butuh lo karena gue nggak perlu banyak cerita tapi lo sudah paham. Gue hanya menatap dan yang lo lakuin setelahnya adalah menetap. Gue selalu mengawali semuanya dengan gagap dan saat itu lo bakal merengkuh gue dengan segala harap." - Arthur Bayu Wisanggeni