Jangan paksa aku menjadi dia

Jangan paksa aku menjadi dia

  • WpView
    Okunma 294
  • WpVote
    Oy 15
  • WpPart
    Bölüm 1
WpMetadataReadYetişkinTamamlanmış Hikaye Sal, Nis 26, 2016
WpInfo
Hayran Kurgu
Hidupku berubah seketika ketika kenyataan yang tidak ku ketahui harus aku terima. Aku terjebak dengan nama dan kehidupan orang yang pling dekat denganku namun juga paling asing bagiku selama 2 tahun. Bau aroma khas yang sangat familiar membangunkan sekaligus menyadarkanku di mana aku berada saat ini. Suara seseorang yang terdengar sangat tidak asing terkesan khawatir. "hyerim-ah gwenchana? Apa kau kenal siapa aku? Aku berusaha bangkit dengan sisa tenaga yang ku miliki namun itu tidak bisa, "ahh kreom nega arayo eoma" Orang yang berada di sampingku dengan cepat memeluk dan terlihat sangat khawatir " ahh syukurlah hyerim kau tidak apa" Sesaat setelah ibu memeluku aku bertanya padanya " aku ada dimana eoma? Apa yang terjadi sebenarnya?" Ibuku terlihat sangat sedih saat akan menjelaskan apa yang telah terjadi. " hyerim-ah kau mengalami kecelakaan dua hari yang lalu dan kau coma selama dua hari juga, tp syukurlah kau tidak apa anaku" "oohh kecelakan? Aku tidak ingat apa-apa eoma aku
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Broken melodies
  • FEARLESS || JAYISA
  • CINTA DIAM-DIAM
  • Alisa's Story
  • TENTANG SEPASANG
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Our Love
  • Dear Fenly || Un1ty

Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi