Story cover for Hope by Marszaff
Hope
  • WpView
    Reads 1,000
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 1,000
  • WpVote
    Votes 144
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Apr 26, 2016
(+15)

Kututup hatiku dengan rapat. Berharap takkan ada yang masuk dan menyakitiku lagi. Namun semakin aku mencoba menutupnya semakin jatuh diriku ke pelukannya. Oh Tuhan kumohon jangan patahkan hatiku lagi -Rain-

Dia, gadis yang kucintai sepenuh hati. Beribu gadispun takkan tergantikan olehnya. Jika aku mendapatkannya aku bersumpah takkan melepaskannya -Dev-     

Maafkan aku pernah meninggalkan mu. Aku sadar telah meninggalkan luka yang dalam untukmu. Oleh karena itu berikan aku kesempatan untuk membahagiakan mu lagi -Rakha-
All Rights Reserved
Sign up to add Hope to your library and receive updates
or
#100hope
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 7
Mengukir sukacita sesaat, lukacita selamanya cover
SECOND CHANCE AT LOVE √ cover
Fragment [END] cover
Antara Kamu dan dia //idr cover
the sweet [NORENMIN🔞❗]  [romantic] cover
Succiduous cover
Oriana's Wedding Diary (Akan Tersedia Di Gramedia 8 Mei 2017) cover

Mengukir sukacita sesaat, lukacita selamanya

24 parts Complete

#unattainedloveseries - 1 Sekarang, aku bisa bernapas lega. Aku tidak lagi meraba-raba perasaan apa yang masih bersemayam dihatiku. Aku bisa membuka lembaran baru. Ternyata, kamu hanya berniat singgah di saat aku ingin menetap. Sama seperti kegiatan CSR kita di desa ini. Hanya sementara, namun membekas selamanya. Hanya sebentar, namun dikenang selamanya. Dan ternyata, maksud dari perkataanmu 'jalanin dulu' adalah, kamu ingin membandingkanku dengannya. Kamu ingin mencari yang terbaik, namun, tidak dapat memilih. Kamu menginginkan aku dan dia. Kamu tidak ingin kehilangan dan tidak ingin mengulanginya dari awal. Sampai akhir pun, kamu tidak berusaha memperbaikinya. Kamu tidak berusaha meminta maaf. Kamu juga tidak berusaha untuk menjelaskannya. Dan yang lebih membuatku kecewa adalah...kamu tidak pernah menganggap aku benar-benar ada. Terima kasih untuk kenangan manis dan pahitnya. Aku cukupkan segalanya disini.