Stielkruger

Stielkruger

  • WpView
    Reads 998
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 2, 2016
"Guys, we are not saints," kini giliran Sawamura yang berbicara sambil bersandar santai pada tebing. "No matter whose blood it is," lanjutnya sambil sedikit mengangkan tangan kanannya dan memandangnya dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti Wijaya. "our hands are still stained with blood." Vrka, regu Stielkruger khusus yang dibentuk oleh persatuan negara-negara asia, LuNA, menjejakkan kaki mereka di tanah Siberia untuk menyelidiki hilangnya kontak dengan daerah selatan siberia. Kenyataan terungkap di kala mereka menghadapi serangan-serangan mengejutkan saat menjalankan misi. Dan senapan mereka kini harus ditodongkan pada mereka yang sepatutnya dilindungi oleh idealisme LuNA. Wijaya, penembak runduk dari regu Vrka, mulai meragukan arti dari noda merah yang mengotori tangannya setiap kali jemarinya menarik pelatuk. Dia pun kini terjebak untuk menumpahkan darah orang-orang yang seharusnya mereka lindungi untuk menjaga persatuan LuNA dan melindungi rekan-rekannya. Wijaya mempertanyakan, ke manakah seharusnya senapannya membidik
All Rights Reserved
#108
pertempuran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Couple [End] ✔
  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Identity
  • Pertempuran Tanah Jawa
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • The Sagsera: A shattered eye

"Tapi lo beneran nggak marah sama gue, kan?" "Nggak kok." "Serius?" "Susah juga buat marah sama lo," tukas Arraja cuek, tapi berhasil membuatku melengkungkan senyum tipis. "Habis, kalau gue marah beneran, gue takut..." Arraja menatapku dalam-dalam. Senyumku terkulum semakin lebar, siap mendengar kata-kata bucin dari Arraja. Jika benar itu terjadi, harusnya aku menyiapkan ponsel untuk merekam suara Arraja yang akan berkata romantis kepadaku. Pasalnya, bisa dihitung pakai jari berapa kali Arraja mengucapkan kata-kata manis yang sukses membuatku terharu. "... gue takut lo bunuh diri, Ay." "Triple O em ji... kok bunuh diri? Gue nggak ada niat sampai ke arah situ ya!" Aku berdiri, memalingkan muka ke arah lain. Kurang ajar! Kukira dia hendak mengucapkan kata-kata manis. "Ya iya... coba bayangin kalau gue marah sama lo, ngediamin elo, bahkan ninggalin elo. Apa lo nggak merasa sedih? Dan hal itu nggak menutup kemungkinan membuat lo jadi frustrasi, terus bunuh diri." "Dasar cowok gila!" "Lo nggak sadar diri? Lo juga gila! Kita berdua kan sama-sama crazy!" Genre : Action, Drama, Romance, Comedy.

More details
WpActionLinkContent Guidelines