Long Distance Relationship

Long Distance Relationship

  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 2, 2016
" tapi, mungkin ini kali terakhir kita ketemu" ucapnya dengan nada sedih. " maksud kamu apaan sih? Aku nggak ngerti deh" heranku. " besok aku mau berangkat ke Jerman untuk ngelanjutin kuliah, dan aku ngajak kamu kesini untuk ngomongin itu". " kalau kamu ke Jerman, terus aku gimana Dim?? Hubungan kita gimana? Apa kamu mau kita putus di hari jadian kita? Iya? Jawab Dimas!!" bentakku, air mataku pun mulai bercucuran membasahi pipiku. " nggak gitu cha!" " terus gimana?" " hubungan kita akan tetap lanjut, kita nggak akan pernah pisah. Walaupun kita berjauhan tapi hati kita itu udah menyatu, dan nggak ada yang bisa misahin kita entah itu jarak, atau apapun. Aku akan selalu ada dihati kamu, dan kamu akan selalu ada dihati aku" jelas Dimas sembari meyakinkanku. " jadi maksud kamu kita akan LDRan?" " iya cha" "tapi aku nggak yakin Dim" " kita pasti bisa" ucapnya sambil mengusap air mataku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love in Difference
  • BarraKilla
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Im Yours.
  • ALSTARAN [END]
  • FIRASAT
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Memories in Eleven (TAMAT)
  • Sebentar Saja
  • best friend and twilight

🗣 Orang medan wajib baca. Gaya bahasa asli medan. Hari hariku selalu menyenangkan bersama kelima temanku. Tapi setelah bertemu dengan dia, hari demi hari yang kujalani menjadi berbeda. "Astaga, lalap mukakmu aja yg kutengok." ketusku padanya. Tapi dia hanya memamerkan sederet gigi putihnya dan menampilkan bolongan di pipi kirinya. Ah manisnya, Boleh jugalah kalok kudekatin. Batinku. "mau ngapain sih kau?" tanyaku sedikit marah "Gak nyangka aku bakal jumpa kau lagi disini. Pasti kita jodoh." jawabnya tanpa dipikir dulu ..... "Jangan liatin Hp terus, aku mau ngomong ini" pintanya padaku "Ish. Yaudah cepat, kau cuman kukasi waktu 10 menit untuk ngomong. Cepat!" perintahku padanya "Oke. Mungkin kau masih marah samaku atas kejadian semalam dan aku mau minta maaf udah buat kau ngerasa malu. Mungkin kita belum kenal dekat, tapi setidaknya aku mau kita bisa berteman." pintanya dengan suara penuh harap dan penekanan setiap katanya. "Permintaan maafmu kuterima, tapi untuk melupakan kejadian semalam mungkin belum" Timpalku panjang lebar

More details
WpActionLinkContent Guidelines