Long Distance Relationship

Long Distance Relationship

  • WpView
    Reads 158
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 2, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
" tapi, mungkin ini kali terakhir kita ketemu" ucapnya dengan nada sedih. " maksud kamu apaan sih? Aku nggak ngerti deh" heranku. " besok aku mau berangkat ke Jerman untuk ngelanjutin kuliah, dan aku ngajak kamu kesini untuk ngomongin itu". " kalau kamu ke Jerman, terus aku gimana Dim?? Hubungan kita gimana? Apa kamu mau kita putus di hari jadian kita? Iya? Jawab Dimas!!" bentakku, air mataku pun mulai bercucuran membasahi pipiku. " nggak gitu cha!" " terus gimana?" " hubungan kita akan tetap lanjut, kita nggak akan pernah pisah. Walaupun kita berjauhan tapi hati kita itu udah menyatu, dan nggak ada yang bisa misahin kita entah itu jarak, atau apapun. Aku akan selalu ada dihati kamu, dan kamu akan selalu ada dihati aku" jelas Dimas sembari meyakinkanku. " jadi maksud kamu kita akan LDRan?" " iya cha" "tapi aku nggak yakin Dim" " kita pasti bisa" ucapnya sambil mengusap air mataku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Im Yours.
  • ALSTARAN [END]
  • RadenRatih
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Bersamamu
  • Strong Girl Michella (END)
  • KIARILHAM【END】
  • Because I'm Stupid (End)
  • FIRASAT
Im Yours.

"Percintaan itu memuakkan," ujar Aleena Gasha Zinantya. "Gak punya pacar tapi punya support system itu asik," ujar orang lain yang berakhir terikat dengan hubungan 'kekasih', Aruna Rumantara. "Jomblo itu asik," ujar seorang lain yang tetap menjomblo hingga saat ini, Kiana Sataryana. "Mau punya pacar, tapi selera gue terlalu di luar nalar," ujar satunya lagi yang meratapi nasibnya, Havina Laksadinata. *** Klimaks of the their Love Story "Gue gak sempurna." => "Gue gak butuh lelaki sempurna. Gue butuh lelaki yang menyempurnakan wanitanya." -Gasha. "Maaf, aku gak cocok buat kakak." => "Gak ada manusia yang cocok sama gue. Itu semua tergantung penilaian mereka mengenai gue sama lo. Gue ngerasa cocok sama lo. Jangan anggap lo gak cocok sama gue." -Aruna. "Gue, seneng kenal lo." => "Gue lebih seneng lagi kenal sama lo, kebih dari seneng. Bahkan kalau gue bisa ambil bintang, gue ambil sekarang juga buat lo." -Kiana. "Stop, semua berakhir. Gue ga pantes lagi buat lo." => "Pernah gue bilang? Lo gak pantes dimana? Lo yang punya hati gue, lo yang pantes milikin gue, buang segala insecure lo dan cerita ke gue, kenapa." -Havina. *** --Baca aja, aku ga bisa bikin deskripsi.-- •Mengandung bahasa kasar. Baik deskripsi ataupun kalimat, karena emang gue bukan orang yang ramah. Kalau lo gak suka, silahkan hengkang. •Nonbaku. •Jika tidak cocok dengan cerita, silahkan hengkang. •Boleh berkata kasar di kolom komentar, asal tidak membawa dalam dunia nyata. •Tolong Voment, biar aku semangat update. •Sorry for Typo. Typo bertebaran, harap dimaklumi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines