Dear You

Dear You

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jun 5, 2017
Memiliki masalalu yang buruk dan selalu ditinggalkan oleh mantan-mantan kekasihnya membuat dia belajar banyak tentang cinta, segala kerumitan dan masalah dalam hidupnya yang kadang membuat dia ingin mengeluh pada Tuhan. Mengapa takdirnya begitu menyedihkan? ia hanya seorang wanita yang ingin pergi jauh meninggalkan masa lalunya dan mencari seseorang yang benar-benar akan menerima kondisinya, menghentikan pencariannya. Namun siapa sangka cobaan justru hadir ketika ia berhasil nemambatkan hatinya pada seseorang. Ketika ia sudah berhasil menghapus luka lamanya, ia dipertemukan dengan seseorang yang justru menguji cintanya. Akankah dia benar-benar bahagia dengan pilihannya ini?..................
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Maaf untuk Berpisah
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Jangan Dibaca Sendirian
  • takdir indah? (after anugerah terindah)
  • Mati Rasa - Completed✓
  • FALLING IN LOVE
  • WISHES.

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines