My Mini Diary

My Mini Diary

  • WpView
    Leituras 2,308
  • WpVote
    Votos 144
  • WpPart
    Capítulos 10
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jul 22, 2016
Waktu gue masih umur 3 tahun, gue diurus oleh pembantu karena orangtua gue sibuk dengan urusannya. Pagi hari ketika nyokap gue mau pergi, nyokap gue nitip salam sama pembantu gue "Tolong jaga anak saya ( maksudnya gue ), kalo entar dia mau poop, tolong dibersihkan pake apa aja yang penting bersih," lalu pembantu gue mengangguk. 2 jam berlalu setelah gue gila dengan belajar berjalan, akhirnya gue mendadak poop, pembantu gue pun bingung cara membersihkannya, dengan secara cepat, dia mengambil barang lalu membersihkannya, gue menjerit, karena barang yang dia gunakan adalah sendok. Bayangin rasanya pantat lo dibersihin pake sendok. Seandainya waktu kecil gue bisa ngomong dengan lancar, gue bakal bilang "Mbak, ini pantat kesayangan saya, jangan pake sendok dong! Pake sumpit aja trus diaduk-aduk biar asik." Vote, kalau kalian menikmatinya. Comment, sesuka hati kalian. Dan Follow, untuk mendapatkan sesuatu yang baru dari gue. [Ingat! Ini ga sepenuhnya nyata]
Todos os Direitos Reservados
#239
lifestyle
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Resist Your Charms
  • Antipole
  • 30 Days and Dare [Chanbaek-END]
  • A Sloppy Girl's Diary
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • 'Dia'
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  •  Cuman Kebetulan

#3 in Teenfiction (24 Juni 2017) [SUDAH TERBIT] [SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS] Dia itu arogan, bossy, ketus, pemarah, tukang ngatur dan suka seenaknya sendiri. Tidak ada yang menarik dari dirinya kecuali tampang gantengnya yang bahkan kini sudah tidak berpengaruh lagi bagiku. Sialnya, adik perempuanku yang baru menginjakkan kaki di SMA Pelita malah jatuh hati sejatuh-jatuhnya kepadanya. Tak ada yang bisa kulakukan kecuali turun tangan untuk membereskan semua kekacauan ini. Sialnya lagi, gara-gara mengambil tindakan bodoh agar dapat menjamin kebahagiaan adik tersayangku, aku malah dengan sendirinya menjadikan kehidupanku bak di neraka. Percayalah, tidak ada hal yang lebih buruk daripada terpaksa berada dalam ikatan memuakkan bersama orang yang kau benci.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo