Dream With The Bad Boy

Dream With The Bad Boy

  • WpView
    LECTURES 2,485
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 1, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Berawal dari hukuman berjemur di lapangan bendera, hingga kedekatan mereka melalui perkenalan biasa yang garing, serta ketidak sengajaan mereka mengenal lebih dalam, dari curhatan-curhatan ringan, lalu merambat hingga salah satunya ikut andil dalam urusan menghargai perasaan sebelah pihak. Saat seluruh dunia menginginkan mereka bersama, akan kah mereka bertahan? "Dari sekian banyaknya bintang, aku hanya mau satu untuk selamanya." ujar Natasya menatap langit yang penuh bintang indah. "Dari secerahnya matahari, aku tetap menginginkan bulan yang menerangi kegelapan." sahut Rega dengan pandangan menerawang. *** (SLOW UPDATE)
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • Senja dan Jingga
  • Diary [COMPLETED]
  • Bintang
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • ALONENESS
  • ALEYA~~
  • Jingga Untuk Senja
  • Pelangi untuk Hujan(on going)

"Kita memang memandang langit yang sama, tapi di setiap do'a kita melayang ke arah yang berbeda." Azam, seorang siswa SMA kelas XI, tumbuh dalam keluarga yang taat beribadah, tenang, dan penuh dengan prinsip. Hari - harinya sederhana: sekolah, nongkrong bareng teman - temannya, dan menatap hidup dengan logika yang rapi. Hingga seorang siswi pindahan bernama Evelyn muncul dalam kehidupannya, berbeda keyakinan, berbeda cara pandang, tapi perlahan mengusik isi kepalanya. Evelyn datang dengan luka yang disembunyikan di balik senyumnya. Ia gadis yang terlihat kuat, tapi jauh di dalam hatinya, ada keresahan yang tak bisa ia bagi ke sembarang orang. Di tengah dinamika sekolah, mereka dipertemukan dalam momen - momen kecil yang tak pernah mereka duga akan tumbuh menjadi sesuatu yang besar. Akan tetapi, bagaimana jika kedekatan itu justru menuntun mereka ke batas yang tak pernah disepakati? Bagaimana jika rasa itu hadir, tapi dunia tak mengizinkannya tumbuh?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu