SSS2; Star of Us

SSS2; Star of Us

  • WpView
    LECTURAS 57,297
  • WpVote
    Votos 21,786
  • WpPart
    Partes 45
WpMetadataReadConcluida mié, sep 4, 2024
[ Selesai // 04092024 ] _______ Ini adalah kisah sederhana tentang keseharian Iris Chalondra Jovanka, seorang gadis cantik dengan kehidupan yang tampak biasa. Namun, ada satu hal yang membuat hari-harinya selalu penuh warna-kehadiran seorang cowok yang menurutnya sangat menyebalkan. Pertemuan demi pertemuan membuat mereka sering terlibat dalam percakapan yang memancing emosi dan sering berakhir dengan perdebatan. Tetapi, apakah seiring berjalannya waktu, rasa kesal dan jengkel itu bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih lembut, bahkan bahagia? Atau justru, hubungan mereka berakhir dengan cara yang tak terduga dan tragis? "Apakah aku yang berbahaya untukmu, atau kamu yang sebenarnya berbahaya untukku?" °°°°°
Todos los derechos reservados
#154
iris
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Complete (END)
  • Bad Lier [Completed]
  • What Can I Do ?
  • PROMISE
  • Tell Me It's Okay !!! (END✔)
  • ANALISA
  • Ingat Kata Tukang Parkir! - 2 ribu atau mundur?
  • Air Mata Elara
  • Mendukung Yang Berujung Nikung
  • ABSTRAK GIRLS  (End)

"Ya, kau tidak punya mata? Lihat, buku ku jadi kotor!" Sosok yang sedang membersihkan seragamnya tersentak kaget mendengar pekikan tersebut. Matanya berkedip tidak percaya. Heol, jelas-jelas dia yang korban disini. Mengapa jadi dia yang di salahkan? Memberanikan diri, dengan perlahan dia menatap gadis bertopi di hadapannya itu. Seketika gadis berseragam sekolah itu menelan salivanya susah payah mendapati tatapan tajam di balik kacamata hitam tersebut, seakan siap menerkamnya saat ini juga. "J-jongsahamnida. Nde, aku yang salah," Yeri membungkuk dalam. Hanya cara ini yang terpikirkan olehnya. Yap. Gadis itu adalah Yeri baru saja pulang sekolah. Dia memutuskan untuk membeli minuman susu di tempat favoritnya sebelum pulang ke rumah. Tapi malah berakhir seperti ini. Joohyun menggeram kesal sambil melepas kacamatanya, mencoba menahan amarahnya yang siap meledak. "Aish, bisa-bisanya kau membuat ku kesal seperti ini," Hari pertamanya di kota kelahirannya saja sudah di sambut dengan hal seperti ini. Bagaimana kedepannya nanti?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido