My Destiny

My Destiny

  • WpView
    Reads 1,775
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 3, 2017
Memiliki kehidupan bak ratu, mempunyai apapun yang belum tentu dimiliki orang lain. Rumah mewah dengan fasilitas sempurna, Uang yang berhamburan. Bahkan kecantikannya yang selalu menjadi tolak ukur gadis-gadis di luar sana. Mempunyai orang tua, Keluarga, bahkan teman-teman yang menyayanginya. Sudah cukup sempurna bukan ?. Tapi tentu saja tak akan ada orang yang benar-benar sempurna di dunia ini. Otak udang yang dimiliki Claire Destiny Ruby merupakan bukti dari semua itu.
All Rights Reserved
#100
ariana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Petrichor
  • AURELLIE
  • With People
  • Mysterious Girl
  • Waktu?
  • Gerhana [COMPLETED]
  • Hope and FALL
  • My Heart Nurse (DelShan) END ✅
  • FALLING IN LOVE
Petrichor

Uang adalah sumber kebahagiaan, uang adalah segalanya. Bulshitt!! Aku tidak pernah meminta kedua orang tuaku untuk bekerja segila ini untuk bisa mewujudkan semua keinginanku. Cukup mereka selalu ada di sisiku saja itu sudah membuatku senang. Munafik jika aku tidak memerlukan uang mereka. Tapi bukan begini caranya. Apakah mereka lupa bahwa ada aku yang selalu menunggu mereka menghabiskan waktu bersamaku? Bahkan, pembantu di rumahku lebih cocok di panggil sebagai orang tua. Disaat orang lain menghabiskan hari liburnya dengan orang tua mereka, aku hanya bisa menampilkan senyum getir tanpa bisa merasakan kesenangan itu. Ini hanyalah wish yang sangat mudah untuk di wujudkan. Akan tetapi mengapa terasa sangat sulit bagi mereka untuk bisa mengabulkannya. Sikap mereka yang seperti itu tak ayal membuatku menjauhi mereka. Sebisa mungkin, tidak berinteraksi pada keduanya. Mungkin dengan cara ini mereka bisa mengerti. Berbagi cerita pada Bunda, di ratu kan oleh Ayah, menghabiskan waktu bersama keduanya. Aku harap semuanya akan terwujud. Teman, kekasih dan lainnya, bahkan belum bisa membantuku menutupi semua luka ini. Hingga..... Kejadian itu membuatku kembali merasakan apa itu sakit dan kehilangan. Benar, yang bisa membuatku tenang hanya..... Petrichor.... . . . . . Warning!!! Cerita ini murni atas pemikiran saya sendiri tanpa ada copy dari cerita lain. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau lainnya. Harap untuk tidak plagiat cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines