Love❤
  • WpView
    GELESEN 8
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Apr. 30, 2016
WpInfo
SACHBUCH
#Hari pertama -Ananda Kartika Putri- NETTTTT.... Suara itu membangunkan tidur ku, dan kulihat jam tepat jam 06.30 "Astagaaa, guee telatt lagii?!!" Ucap kartika sambil berlari ke arah kamar mandi - "Kartika makan dulu sayang" ucap mamah yang sedang duduk di meja makan "Nanti aja mom aku makan di sekolah aja, sepertinya aku telat"ucap kartika sambil berlari2 ke arah mobil sport nya "Hati-hati sayang" ucap mamah - Ku tancap gas hingga kecepatan ku melebihi pembalap- pembalap lain, setelah berlama-lama di jalan akhirnya sampai di sekolah, SMA Permata indah, setelah itu gue memasuki parkiran. "Uhh untung aje kagak telat lagi" ucap kartika, lalu meninggalkan parkiran, gue langsung pergi kekelas, soalnya hari ini adalah pelajaran Matematika yang guru nya agak kiler, kalau dia telat pasti aja dia kena marah sampai berujung dihukum bersihin wc "Woiii!!!" Ucap sindi, sambil menepuk pundak kartika. "Eh lu sialan ngagetin gue mulu kerjaannya"ucap kartika yang meninggikan suaranya.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • Rasa Cinta Yang Terpendam
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • ALRIN
  • Takes love
  • Nikah Muda
  • Naughty Nanny

"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien