Sahabat Hidup

Sahabat Hidup

  • WpView
    LECTURAS 29
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, nov 21, 2018
Jangan hakimi aku karena masa laluku. Aku memang bukan perempuan baik. Aku memang punya masa lalu yang menyakitkan. Aku memang tak sesempurna yang kau harapkan. Aku memang memerlukan imam yang siap membimbingku. Apa salah jika orang seperti ku yang punya masa lalu tak seindah rembulan purnama, berharap mendapatkan seorang pendamping hidup yang sholih dunia akhirat?? Apa semua laki-laki hanya mencari perempuan sholehah yang sempurna?? Apa mereka tak ingin membimbing istrinya menjadi perempuan yang baik hingga menjadi bidadari surga untuknya?? Tulungagung, 10 Mei 2016
Todos los derechos reservados
#323
raden
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Assalamualaikum Imamku
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • Imam Untuk Raina (Selesai)
  • Kekasih Surgaku
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Meraih Cinta mantan Istri
  • The Legend Of My Hijrah
  • Imam Rahasiaku [TERBIT]
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • Darbuka Cinta

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido