Dia Ayah
  • WpView
    LECTURAS 23
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 1, 2016
Pak Halim menatap hangat wajah Bulan. Tanganya tergerak membelai kepala putrinya. Hatinya teriris mengingat kekecewaan sang putri terhadapnya. Pak Halim menangis sembari tetap membelai lembut kepala dan punggung sang putri. Siapa yang baru saja mengusap punggungku? Aku kenal sentuhan itu! Yang pasti itu bukan ibu! batin Bulan yang terjaga dialam bawah sadarnya. Bulan membuka mata dan menemukan sumber sentuhan hangat itu. "Dia Ayah," ujarnya haru.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Epilog Tanpa Prolog
  • Kau lah Kakak Terbaikku! (END)
  • BULAN (END)
  • Mentari Tanpa Sinar
  • Bulan (END)
  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • Memories in Moon
  • Garvi Hinggap di Bulan
  • Puing luka
  • SELENOPHILE

[DIHARAPKAN SEBELUM BACA WAJIB UNTUK FOLLOW DULU] Kalian pernah menyukai seseorang? Kalian pernah mencintai seseorang secara gila-gilaan? Bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui bahwa orang yang kalian suka malah balik mendekati kalian? Senang? Kaget? Tidak menyangka? Bahagia tentunya. Itu yang dirasakan Bulan saat ini. Namun, ia merasa keanehan sebab orang yang mendekatinya ini baru saja putus sebulan lalu. Apa alasannya mendekati Bulan? Mengapa? Jika kalian jadi Bulan bagaimana? Apa akan menerima? Atau menolaknya? "Aku bahagia pernah menjadi bagian cerita dalam hidupmu. Aku juga bahagia pernah menjadi alasanmu tersenyum."_________Bulan _______________________________ Jangan lupa follow Tak kenal maka tak sayangkan? PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!⚠️ Mentahan cover : pinterest

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido