First love

First love

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 16, 2016
Memang benar ya cinta pada pandangan pertama itu memang mantap dan bikin orang kayak orang gila , tapi parahnya dia enggak tauh nama , tempat tinggal sang pujaan hati tapi dia punya keyakinan kalau mereka akan ketemu suatu saat nanti . Entah kenapa aku sangat suka saat pertama kali melihat dia , yang jelas dia enggak tauh soal aku yang sering memperhatikan dia ,tingkah lakunya yang kayak anak kecil sampai dia yang enggek berhenti untuk bercerita , tapi aku enggek tauh namanya ,tinggalnya dan dia sudah ada yang punya aku enggak tauh aku Cuma lihat dia dari jauh saja Andika nugraha purnama Aku memang suka dengan anka-anak . aku juga enggak tauh sejak kapan aku suka dengan anak-anak sampai aku kuliah sekarang ini aku sangat suka dengan anak-anak . sampai-sampai aku menjadi duta untuk anak-anak dikampusku . benar sih aku enggak bisa duduk diam,aku paling suka dengan keramaian apa lagi ada anak-anaknya . sampai aku enggak kenal waktu deh kalau gitu Siksa sekar mutia
All Rights Reserved
#16
doktor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Dendam Yang Terpendam
  • Eysha Love Story'
  • Dia nyata
  • Listen to Your Heart
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • ADEEVA
  • My Bromance [18+] End
  • DEAR "SECRET LOVE"
  • Embun Pagi

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines