Membaca Dampak Sosial Pada Ekonomi Digital

Membaca Dampak Sosial Pada Ekonomi Digital

  • WpView
    Reads 1,214
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 1, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Keniscayaan digitalisasi untuk Negara sebesar Indonesia memang sangat masuk akal. Sebab, untuk mengelola negara dengan jumlah penduduk sekitar 252 juta orang, yang tersebar di 17 ribu pulau, memang tak bisa dipungkiri Indonesia membutuhkan berbagai sarana dan prasarana yang tersistem dengan baik. Dan dengan kemajuan teknologi saat ini, digitalisasi adalah salah satu pilihan yang dianggap cukup jitu. Namun, impian Jokowi untuk menciptakan Indonesia sebagai Negara dengan ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN harusnya dibarengi dengan konsep yang memperhatikan masa depan bangsa dari berbagai aspek. Tidak boleh hanya dilihat dari sudut pandang ekonomi saja. Sebab sebuah bangsa yang besar tentu akan lebih mengutamakan kepemimpinan masa depan dibandingkan kesejahteraan ekonomi di masa kini. Dan aspek inilah yang luput dari konsep ekonomi digital ala Jokowi, yang justru akan membuat bangsa ini semakin terjerembab dalam kubangan lumpur kapitalisme semakin dalam.
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KATASTROFE
  • Tuhan di Tanjung Karsa
  • The Bodyguard Hero
  • Missing Memories [CountryHumans] [End]
  • Please come back, Indonesia!! - DISCONTINUE
  • (Bukan Nihonkoku Shoukan) Prototipe 8 Negara Dipindahkan Ke Dunia Lain
  • "Kutukan"
  • Akhir Bumi dengan Sistem: Awal

🏆 Pemenang The Wattys 2022 kategori Wild Card dan penghargaan "Dunia Paling Atraktif" Berlatarkan abad ke-22, Indonesia berangsur-angsur menjadi salah satu negara dengan teknologi tercanggih. Bertahun-tahun rakyat dan pemerintah bekerjasama membuang ego masing-masing hingga dapat memajukan bangsa. Bertahun-tahun mereka berjuang keras hingga akhirnya mampu disetarakan dengan negara adidaya. Dan selama itu pula, masyarakat hidup makmur serta aman tanpa adanya ancaman dari dalam maupun luar teritorial. Seharusnya dengan segala kecanggihan ini, sudah tidak ada lagi yang mampu menjajah. Namun nyatanya, kejadian di ratusan tahun silam tanpa aba-aba terulang kembali, dengan siasat yang berbeda, dengan cara yang berbeda. Tidak ada agresi militer. Tidak ada agresi dalam bidang teknologi, pun intervensi produk-produk asing. Akan tetapi, penyerangan ini berasal dari sesuatu yang tak bisa dikalahkan oleh senjata terkuat sekali pun. Penyerangan dari kekuatan yang berada di luar nalar manusia. 🇮🇩 Genre: Fiksi ilmiah, distopia, fantasi *Inspired by Song: Say Something [Pentatonix ver.] Anime: Guilty Crown*

More details
WpActionLinkContent Guidelines