We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Destiny
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 1, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Takdir? Apa tidak ada satu orang pun yang mampu mengubah takdir? Apa mencintaimu adalah salah satu dari takdirku? Jika iya,Maka aku akan berusaha untuk mengubah takdir itu meskipun Mereka berkata bahwa 'tidak ada yang mampu merubah takdir.' Mencintaimu adalah satu kesalahan dalam hidupku.Entah itu kesalahan siapa, Aku? Waktu? Ataupun Takdir? Jika takdir yang salah, maka aku akan berusaha sekuat tenaga yang ku punya untuk Menjauh dari takdir itu.Aku akan berlari untuk menjauhi takdir itu. Tapi harus sejauh manakah aku berlari? Apa aku sanggup untuk berlari sejauh- jauhnya? Ada saatnya aku berhenti berlari dari takdir itu,Entah kapan waktu yang tepat untuk aku berhenti berlari. Mungkin sampai aku lelah untuk berlari menghindari takdir, dan sampai aku tersadar bahwa 'Tidak ada yang mampu merubah takdir'. Mungkin juga sampai aku merasa 'Mencintaimu adalah satu keberuntungan untukku' 'Mencintaimu adalah hal yang menyenangkan untukku' 'Mencintaimu adalah satu kebahagiaan untukku'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • TIME
  • Geraris
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • Drama Sepupu [END]
  • Sebait Luka untuk Sebaris Tawa [COMPLETED]
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • Aku, Kamu, & Waktu (Chaennie) Terbit ✅
  • Reason (✔)
  • Haruskah Aku Bertahan?

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines