...I Love Scout...

...I Love Scout...

  • WpView
    Leituras 297
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mai 5, 2016
"Diberitahukan kepada anggota pramuka, hari ini latihan, pulang sekolah. Sekali lagi...." aku mendengar sebuah pengumuman yang diumumkan dari majelis memakai mike yang disalurkan dengan menggunakan sebuah toa besar. "Pulang sekolah? Baiklah.." batinku... Lalu, aku beranjak pergi ke meja levy teman dekat yang paling akrab denganku, lalu membicarakan sesuatu. "Levy, udah dengar belum? Pengumuman tadi?" Tanyaku. "Emm, kalau tak salah, tak ada pengumuman lah..." Katanya santai. "Huh.. masa'sih.. yaudah, aku kasih tau aja. Tadi, ada pengumuman... katanya hari ini di suruh pramuka, pulang sekolah..." Kataku memberi tahu. "Ooo... ok lah kalau begitu... thanks for your information!" Katanya sambil mengedipkan sebelah matanya. "Ok, datang ya!" "Iya". Setelah itu, tiba-tiba bel masuk berbunyi... {kring!!!kring!!!kring!!!}. Para siswa-siswi lalu berebut masuk ke dalam kelasnya masing-masing, ini pelajaran terakhir, setelah ini pulang. Akupun, belajar dengan fokus sampai bel pulang berbunyi.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Don't Talk About Money
  • Cinta Di Anak Pramuka
  • serpihan hati
  • Bintang Di Langit [End]
  • "ACCIDENT IN HIGH SCHOOL"
  • DAKSA [END]
  • TROUBLEMAKER COUPLE.  ( End )
  • LOVE YOU, RASCAL!! (END)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Standing With You (gxg) (completed)

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo