Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
downpour.

downpour.

  • WpView
    Reads 276
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 5, 2018
HUJAN tak berhenti. Dia terdiam. Akupun terdiam. Hujan turun begitu deras, cukup untuk membasahi aku dan dia sampai ke tulang. Kami berdiri di sana, di tengah jalan itu. Kami saling berpelukan erat, berusaha mencari sebuah kenyamanan di tengah badai. Tapi rasanya tidak ada yang cukup untuk meringankan rasa sakit yang aku rasakan. Aku menangis untuk semua hal yang berubah buruk, untuk semua kesalahan yang membawa kita ke titik ini. Mau tak mau aku memikirkan kembali hari-hari ketika semuanya sempurna di antara kami ketika matahari bersinar dan dunia terasa penuh dengan kemungkinan. Tapi sekarang, rasanya semua itu tersapu oleh hujan yang tiada henti. Saat air mata terus jatuh, aku bertanya-tanya apakah kami akan menemukan jalan kembali ke cahaya. Tetapi pada saat itu, yang aku tahu hanyalah bahwa aku bersama dia yang aku cintai lebih dari hujan. Dan pada saat itu, aku tahu bahwa apa pun yang terjadi di masa depan, aku akan selalu memilikinya di sisi ku untuk menghadapi ini bersama..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IT HURTS
  • Rainfall✔[Completed]
  • EVANESCENT || END✔
  • Dalam Rintik yang Sama
  • 31 Months for You (Revisi)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
IT HURTS

Selama ini hanya kesakitan yang aku rasakan. Sakit yang mungkin tak pernah bisa hilang. Keluarga dan satu teman yang hanya bisa menutupi kesakitanku. Namun semua berubah secepat pelangi yang datang setelah hujan turun. Dia datang dengan kehangatan yang tidak bisa aku hindari. Segala fikiran tentang keburukan di otakku perlahan menghilang dan tergantikan dengan beribu sinar mentari. Hidupku tidak lagi menyedihkan meskipun tak bisa terlupakan kenangan buruk itu di fikiranku. Tapi kebahagian yang baru sudah datang menyambutku. Terima kasih atas sinar mentarimu yang perlahan bisa membuatku bersinar kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines