LOVE
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, May 8, 2016
Apakah cinta itu ada? Aku selalu bertanya seperti itu didalam hatiku sendiri. Aku tidak terlalu peduli dengan yg namanya cinta.Sahabatku selalu berbicara cinta itu memang ada. Mungkin suatu saat nanti aku akan merasakan cinta juga. Tepat saat masuk SMA aku menemukan cintaku dengan seorang laki-laki yg tampan dan terlihat jutek. Tapi aku tidak peduli tentang sifatnya itu. Sahabatku benar cinta memang ada. Banyak sekali yg menyukainya sampai-sampai berani untuk mengajaknya pacaran. Kalau aku sih tidak berani. Hatiku berdebar-debar tidak karuan saat aku berkenalan dengannya. Aku melihat bola matanya yg indah. Dia lalu tersenyum padaku dan aku juga ikut tersenyum. Mulai sekarang aku percaya dengan adanya Cinta ini . Bagaimana ya kelanjutan cerita ini? Simak saja ya ceritanya! Follow juga dan vote cerita ini. Please ^_^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SENJA KU SENJA MU
  • Kamu yang Kukira Milikku
  • TEMAN
  • Something Bout Love
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Comfort Zone
  • Secret Admirer
  • Autumn CINTA SMA KU (Tamat)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]

Persahabatan adalah kunci pertemanan yang baik. Tak jarang persahabatan yang akhirnya membawa pada perasaan yang lebih. Jingga dan langit bersahabat sejak kecil hingga remaja, disalah satu antara mereka menginginkan lebih dari sebuah sahabat. Tapi semua tak seperti yang diinginkan, semua berubah ketika ada orang lain yang datang diantara mereka. --------- Ketika satu jiwa menyapa dan bertemu dengan hati, maka rasa tak lagi dapat dipungkiri. Senja pun datang membawa kebahagiaan dan kesedihan, tak kala perasaan yang tumbuh dengan cinta harus dilapisi dengan kecewa dan air mata .. Semua semakin bewarna ketika dia bertemu pada pria yang membuatnya lupa atas segala yang dirasa, bernama awan. semakin hari semakin kurasa, ku tak bisa membohongi semua karena aku memang merasakannya. jika semua tak lagi bisa bersama seperti senja pada malam, lalu bagaimana mentari pada pagi? [Part by part]

More details
WpActionLinkContent Guidelines