Radiasi Bintang

Radiasi Bintang

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 3, 2016
Malam itu hujan menjadi musik alami yang terdengar hingga ke dalam kamarku yang kecil. Aku yang seperti biasa menulis untuk sekedar melepaskan sesak, kini mulai beralih untuk mengecek blog ku. Ada sebuah pesan yang mampir di tulisanku. Pesan dari orang yang sama. Awalnya aku malas untuk membalasnya. Tapi lama-kelamaan dia terus saja mengusikku dan akhirnya aku pun menyerah. From Haba "Assalamualaikum Jingga. Terima kasih kamu sudah meluangkan untuk membaca tulisanku." From Jingga "Waalaikumsalam, Haba. Ada yang mau aku bicarakan bisakah kita bertemu? Kamu sedang di Jogja kan?" From Haba "Iya. Tapi kita sebaiknya bicara saja di sini." From Jingga "Aku mohon, sekali saja. Ada yang harus di luruskan." Aku sempat terdiam. Lama tak ku balas pesannya. Aku pun berpikir sepertinya ini masalah penting. Aku tidak tega untuk menolaknya. From Haba. "Baik. Kita bertemu di keraton. Besok jam 4." From Jingga. "Oke aku tunggu Haba. Terima kasih." -Ada apa lagi ini? Batinku dalam ha
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love in Difference
  • Titik Nol Kilometer Yogyakarta ✓
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • 71 Senja di Mata Jenderal
  • HESA 1975 | Lee Heeseung ✓
  • Our Emergency Calls
  • Alana | Treasure
  • DUNIA HAMPA
  • Zenna Story

🗣 Orang medan wajib baca. Gaya bahasa asli medan. Hari hariku selalu menyenangkan bersama kelima temanku. Tapi setelah bertemu dengan dia, hari demi hari yang kujalani menjadi berbeda. "Astaga, lalap mukakmu aja yg kutengok." ketusku padanya. Tapi dia hanya memamerkan sederet gigi putihnya dan menampilkan bolongan di pipi kirinya. Ah manisnya, Boleh jugalah kalok kudekatin. Batinku. "mau ngapain sih kau?" tanyaku sedikit marah "Gak nyangka aku bakal jumpa kau lagi disini. Pasti kita jodoh." jawabnya tanpa dipikir dulu ..... "Jangan liatin Hp terus, aku mau ngomong ini" pintanya padaku "Ish. Yaudah cepat, kau cuman kukasi waktu 10 menit untuk ngomong. Cepat!" perintahku padanya "Oke. Mungkin kau masih marah samaku atas kejadian semalam dan aku mau minta maaf udah buat kau ngerasa malu. Mungkin kita belum kenal dekat, tapi setidaknya aku mau kita bisa berteman." pintanya dengan suara penuh harap dan penekanan setiap katanya. "Permintaan maafmu kuterima, tapi untuk melupakan kejadian semalam mungkin belum" Timpalku panjang lebar

More details
WpActionLinkContent Guidelines