Brokenhome.

Brokenhome.

  • WpView
    Reads 347
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, May 3, 2016
Uang memang bisa membuat siapa pun bahagia,barang-barang bagus pun bisa membuat siapa pun ingin berteman denganku. Namun itu uang dan barang-barang bagus hanya bisa membuatku bahagia diluar rumah saja. Saat dirumah?aku hanya diam karna rumah yang sunyi, semua berantakan karna ada satu orang anggota keluarga yang berkhianat. Semakin berjalanya waktu,semua berubah. Keluarga kami tdk seindah dulu,begitu kata kakak ku. Aku memang sudah terbiasa dengan semua ini,karna sejak lahirpun ibuku sudah mulai berpisah dgn ayahku dan resmi bercerai saat umurku 5tahun. 5tahun memang umur yang belum pantas untuk mengerti semua ini, tapi keadaan yang memaksa ku 'harus mengerti'. Tiga tahun kemudian,saat aku sudah masuk SD dan duduk dibangku kelas 2 hidupku bertambah semakin buruk karna kedatangan seorang ayah tiri yang sangat tdk aku inginkan kehadiran, sakit hati ini semakin menjadi saat ibuku seperti pilih kasih karna terus mementingkan anak tirinya, aku ingin bicara tentang sakit hati namun aku takut
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Petrichor
  • New Possessive Family
  • TRAUMA!
  • Become Baby Boy✓
  • Senja yang mendung
  • A R S E A N A
  • Jovandra
  • Hai, Kak! (END)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Merindukan senja
Petrichor

Uang adalah sumber kebahagiaan, uang adalah segalanya. Bulshitt!! Aku tidak pernah meminta kedua orang tuaku untuk bekerja segila ini untuk bisa mewujudkan semua keinginanku. Cukup mereka selalu ada di sisiku saja itu sudah membuatku senang. Munafik jika aku tidak memerlukan uang mereka. Tapi bukan begini caranya. Apakah mereka lupa bahwa ada aku yang selalu menunggu mereka menghabiskan waktu bersamaku? Bahkan, pembantu di rumahku lebih cocok di panggil sebagai orang tua. Disaat orang lain menghabiskan hari liburnya dengan orang tua mereka, aku hanya bisa menampilkan senyum getir tanpa bisa merasakan kesenangan itu. Ini hanyalah wish yang sangat mudah untuk di wujudkan. Akan tetapi mengapa terasa sangat sulit bagi mereka untuk bisa mengabulkannya. Sikap mereka yang seperti itu tak ayal membuatku menjauhi mereka. Sebisa mungkin, tidak berinteraksi pada keduanya. Mungkin dengan cara ini mereka bisa mengerti. Berbagi cerita pada Bunda, di ratu kan oleh Ayah, menghabiskan waktu bersama keduanya. Aku harap semuanya akan terwujud. Teman, kekasih dan lainnya, bahkan belum bisa membantuku menutupi semua luka ini. Hingga..... Kejadian itu membuatku kembali merasakan apa itu sakit dan kehilangan. Benar, yang bisa membuatku tenang hanya..... Petrichor.... . . . . . Warning!!! Cerita ini murni atas pemikiran saya sendiri tanpa ada copy dari cerita lain. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau lainnya. Harap untuk tidak plagiat cerita ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines