Story cover for CEO by dragoncl21
CEO
  • WpView
    LECTURAS 330,981
  • WpVote
    Votos 11,831
  • WpPart
    Partes 24
  • WpView
    LECTURAS 330,981
  • WpVote
    Votos 11,831
  • WpPart
    Partes 24
Continúa, Has publicado may 03, 2016
Hati tidak akan pernah tau, kapan ia akan jatuh dan dimana ia akan berlabuh. 

Karena rasa hati bukanlah hal yang dapat ditebak. Jatuh, bangkit, sedih, bahagia, kecewa dan sengsara. Bukankah rasa itu selalu berubah dan berganti?

Tapi ingatlah, walaupun rasa hati cepat berubah dan semu. Akan tetapi kebahagian yang didapatkan ialah rasa bahagia yang mutlak. Dan dapat dikenang untuk mereka yang merasakannya. ❤
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir CEO a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#66realitionship
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
TOUCHED (End) cover
Semu [Completed] cover
HUSBAND [END] cover
Falling [SEDANG REVISI] cover
Another Time cover
Laila Azzahra [ON GOING]  cover
MY CEO ✓  cover
The Devil Boss [TAMAT] cover

GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

24 partes Concluida

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.