Kami telah mengemas kini Garis Panduan Kandungan kami.
Semak garis panduan terkini untuk terus berkongsi cerita dengan selamat.
When The Rain Comes

When The Rain Comes

  • WpView
    Bacaan 147
  • WpVote
    Undian 13
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadCerita Lengkap Ahd, Mei 8, 2016
WpInfo
Fiksyen
Romantika
*** Hujan menguyur sebuah kota kecil, St.Peter. Petir menyambar-nyambar di langit gelap. "Hei, cewek berkaret hijau!" seru sosok tinggi itu dari pojok lapangan. "Cepatlah ke sini! Apa yang kau lakukan?! Hujannya deras sekali, bodoh!" Tatapan iris cokelat Cloris memandang sedingin titik hujan pada cowok yang berteriak padanya. Dia tetap berdiri di tengah lapangan sembari membiarkan air hujan menyiram tubuhnya. "Aku sedang berbicara pada mereka. Diamlah dan jangan ganggu aku." ***
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • Hug Me {Sehun Irene}
  • Printemps
  • Memeluk Hujan
  • When It Rains
  • Will You Be My Love Rain?
  • Rainbow In The Rain
  • Lovakarta
  • SEMESTA

Hujan mengguyur bumi pagi itu. Jalanan digenangi air yang terus berjatuhan dari subuh tadi. Tampak gadis bertubuh mungil tengah disibukkan oleh aktifitas seperti biasa. Hujan bukan alasan untuknya bermalas-malasan. Meski rasa mengantuk terus menghantuinya. "Apa yang kau masak pagi ini?", Seseorang dengan suara berat mirip anak laki2 tiba-tiba muncul. Dia mengambil gelas dan menuangkan air untuk diminumnya. "Bisakah kau tidak membuatku terkejut? suara laki-lakimu sangat mengganggu", Sungut si gadis mungil. "Jangan salah kan aku, ini kan memeang biasa terjadi ketika aku bangun tidur, jadi apa yang kau masak?", Kembali gadis bersuara laki-laki itu bertanya. "Mie instan, kau mau?", Si gadis mungil masih sibuk dengan mie instan untuk sarapannya pagi ini. "Kau baik sekali, 1 mangkuk dengan telur ya, terima kasih", Si gadis bersuara laki-laki itu berlalu meninggalkan si gadis mungil sendiri. Ini bukan cerita tentang kehidupan si gadis mungil dan si gadis bersuara laki-laki. Ini kisah tentang salah satu diantara keduanya. Fatima Nayyer Azahra panggil saja Ahra. Gadis mungil yang pendiam, pintar tapi memiliki takdir yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Semua baik-baik saja sebelumnya. Dia dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya. Dia memiliki ibu dan seorang adik laki-laki bernama Hirham Adzan. Ahra juga memiliki 2 sahabat yang selalu ada saat dia sedih maupun senang. Hani Fairuz si gadis bersuara laki-laki itu salah satunya dan Eleanor Clemira. Mereka sudah seperti saudara. Apapun yang membuat Ahra bahagia, Fai dan El ikut bahagia. Begitupun sebaliknya, apapun yang membuat Ahra sedih, Fai dan El juga merasakan hal yang sama.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi