Needless

Needless

  • WpView
    Reads 116
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 4, 2018
Shera terisak. Mengingat semua itu sangatlah menyakitkan. Tapi, kehidupan adalah kehidupan. Bagaimanapun, seperih apapun, shera harus tetap menjalaninya. Ia tak bisa mengatur sendiri kehidupannya. Hanya takdir yang bisa. Takdir yang selalu menyimpan rahasia, dan memeberikan kepedihan pada rongga hatinya. Shera menyeka air matanya pelan. Sepanjang hidupnya ia akan terus berharap, takdir akan berkata lain. Mengungkapkan rahasia lain yang lebih indah. Bisakah? kapankah? Ataukah rahasia baru itu, akan segera dimulai? Aku sedang mengharapkannya! Dan selalu mengharapkannya.....
All Rights Reserved
#275
kesepian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • FEARLESS || JAYISA
  • Evans life at School
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Kisah Akala
  • RAGARA [ on going ]
  • Eimaikala
  • Bulan Dan Bintang

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines