Needless

Needless

  • WpView
    LECTURAS 116
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 4, 2018
Shera terisak. Mengingat semua itu sangatlah menyakitkan. Tapi, kehidupan adalah kehidupan. Bagaimanapun, seperih apapun, shera harus tetap menjalaninya. Ia tak bisa mengatur sendiri kehidupannya. Hanya takdir yang bisa. Takdir yang selalu menyimpan rahasia, dan memeberikan kepedihan pada rongga hatinya. Shera menyeka air matanya pelan. Sepanjang hidupnya ia akan terus berharap, takdir akan berkata lain. Mengungkapkan rahasia lain yang lebih indah. Bisakah? kapankah? Ataukah rahasia baru itu, akan segera dimulai? Aku sedang mengharapkannya! Dan selalu mengharapkannya.....
Todos los derechos reservados
#381
kebahagiaan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Wasted Princess [On Going]
  • Kisah Akala
  • Tuhan Cinta Kita
  • SORRY
  • Dua Jejak (novel teaser)

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido