QUOTE
  • WpView
    GELESEN 162
  • WpVote
    Stimmen 19
  • WpPart
    Teile 6
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Okt. 20, 2016
WpInfo
SACHBUCH
Bukan kata penenang. Bukan pula kata merayu. Ataupun kata penjilat kata-kata. Mungkin, ini hanyalah coretan hasil kata-kata renunganku. Yang menurutku bagus. Kamu mungkin lebih muda atau bahkan lebih tua dari ku. Pengalamanmu bisa jadi lebih banyak atau lebib sedikit dariku, disini aku hanya ingin merangkai kataku menjadi sebuah goresan tulisan yang sederhana dengan jutaan tersirat di balakangnya. Aku harap, kalian bisa merenungkan kata-kataku. Atau bahkan menertawakan karya ku. Aku harap, kalian menghargai goresan ku entah itu berbentuk apapun. Life not like a fairy tale, but life like a 'tukang bubur naik haji' yang mengajarkan kita bahwa segala sesuatu itu akan terjadi bila kita usaha. Regard's, Elz
Alle Rechte vorbehalten
#203
katabijak
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • sraddah (on going)
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • ABSURD QUOTES II
  • Elsreyna
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • Empty | 00L NCT Dream
  • Broken melodies
  • Untung Sayang
  • FEARLESS || JAYISA

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien