Story cover for QUOTE by elizaanugrah_
QUOTE
  • WpView
    Membaca 162
  • WpVote
    Suara 19
  • WpPart
    Bagian 6
  • WpView
    Membaca 162
  • WpVote
    Suara 19
  • WpPart
    Bagian 6
Bersambung, Awal publikasi Mei 04, 2016
Bukan kata penenang.

Bukan pula kata merayu.

Ataupun kata penjilat kata-kata.

Mungkin, ini hanyalah coretan hasil kata-kata renunganku. Yang menurutku bagus.

Kamu mungkin lebih muda atau bahkan lebih tua dari ku. Pengalamanmu bisa jadi lebih banyak atau lebib sedikit dariku, disini aku hanya ingin merangkai kataku menjadi sebuah goresan tulisan yang sederhana dengan jutaan tersirat di balakangnya.

Aku harap, kalian bisa merenungkan kata-kataku. Atau bahkan menertawakan karya ku. Aku harap, kalian menghargai goresan ku entah itu berbentuk apapun. 


Life not like a fairy tale, but life like a 'tukang bubur naik haji' yang mengajarkan kita bahwa segala sesuatu itu akan terjadi bila kita usaha. 




Regard's,



Elz
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan QUOTE ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#252katabijak
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
NOESIS [END] oleh Reisen_San
21 bab Lengkap
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
NOESIS [END] cover
Broken melodies cover
[ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun cover
Janji Biru dalam Mawar Biru cover
Alenara; Living in a Fairy Tale cover
sraddah (on going) cover
Self Injury's(complete)✔ cover
AILAH(END)✅ cover
Arshaka Heizen Lergan  cover

Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

13 bab Bersambung

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."