Buku adalah jendela dunia? Kurasa tak semua buku seperti itu. Ada saatnya buku tersebut menjadi perusak dunia. Buku rahasia yang hanya dimiliki para peri atau biasa kami memanggilnya dengan sebutan Elf.
Dahulu kala kaum elf sangat bersahabat dengan manusia. Elf mengendalikan alam dan manusia memproduksi alam tersebut. Akan tetapi, kisah itu berubah saat buku rahasia para elf telah menghilang.
Buku rahasia itu adalah pedoman hidup para elf. Lalu seorang elf menemukan buku rahasia tersebut didalam sebuah tas milik peternak nakal. Konon, jika buku rahasia tersebut dibaca oleh manusia, maka ia akan dapat memerintah para elf.
Para elf menantang manusia untuk bertarung. Besarnya amarah para elf dan keegoisan manusia tidak dapat diakhiri.
Saat ini, buku rahasia tersebut berada disebuah perpustakaan para elf tepatnya dikerajaan Malvines yang dipimpin oleh Ratu Ljosalfar. Buku tersebut diletakan dalam peti emas dan dikunci dengan gembok baja. Dan buku rahasia tersebut bernama MALINO 704.
22 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
22 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak.
Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..."
Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi.
Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami.
Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya.
"Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.