Story cover for MALINO 704 [COMPLETED] by AdityaR05
MALINO 704 [COMPLETED]
  • WpView
    Leituras 1,078
  • WpVote
    Votos 88
  • WpPart
    Capítulos 6
  • WpView
    Leituras 1,078
  • WpVote
    Votos 88
  • WpPart
    Capítulos 6
Concluída, Primeira publicação em mai 04, 2016
Buku adalah jendela dunia? Kurasa tak semua buku seperti itu. Ada saatnya buku tersebut menjadi perusak dunia. Buku rahasia yang hanya dimiliki para peri atau biasa kami memanggilnya dengan sebutan Elf.

Dahulu kala kaum elf sangat bersahabat dengan manusia. Elf mengendalikan alam dan manusia memproduksi alam tersebut. Akan tetapi, kisah itu berubah saat buku rahasia para elf telah menghilang. 

Buku rahasia itu adalah pedoman hidup para elf. Lalu seorang elf menemukan buku rahasia tersebut didalam sebuah tas milik peternak nakal. Konon, jika buku rahasia tersebut dibaca oleh manusia, maka ia akan dapat memerintah para elf.

Para elf menantang manusia untuk bertarung. Besarnya amarah para elf dan keegoisan manusia tidak dapat diakhiri. 

Saat ini, buku rahasia tersebut berada disebuah perpustakaan para elf tepatnya dikerajaan Malvines yang dipimpin oleh Ratu Ljosalfar. Buku tersebut diletakan dalam peti emas dan dikunci dengan gembok baja. Dan buku rahasia tersebut bernama MALINO 704.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar MALINO 704 [COMPLETED] à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#956paranormal
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
EPINEUX'S , de Sail_Thseas
22 capítulos Em andamento
Pencuri yang membawa bebek saat sedang maling, anak laki-laki yang bisa bahasa ikan atau justru pangeran tampan dari negeri dongeng yang suka marah-marah? Jika kamu penikmat cerita kriminal klasik, kamu pasti sudah mengenal kisah tentang pencuri tampan, rupawan dan jenius yang kemunculan nya pertama kali di Paris, Arsene Lupin. Maka, bagaimana jika lelaki tua tukang maling itu bukan hanya dongeng? Dia memang nyata! Tidak-tidak, kita tidak akan membahas kehidupan glamor milik Arsene Lupin yang sudah tua itu, kita akan membahas hidup dari 7 pemuda aneh yang mengikuti jalan Arsene sebagai maling kancu-ralat, maksudku sebagai pencuri elit yang selalu dicari. Merayap di dinding museum kenamaan, masuk ke tambang berbahaya untuk menemukan kepala kerbau ataupun membongkar ratusan bungkus roti untuk mencari chip. Masalahnya, untuk apa? Untuk apa menjadi maling di jaman yang serba modern ini? Karena itulah, dari awal aku sudah bilang. Buka matamu, dan lihat lah realitas nya. Setidaknya, menjadi maling di 20×× jauh lebih menyenangkan daripada harus duduk santai sambil membaca novel. Faktanya, pensiunnya sang penjahat legendaris Arsene Lupin memiliki keterkaitan dengan 7 bocah tengik yang saat ini berusaha menjadi pencuri handal. Semua itu bermula dari kebakaran mansion itu dimasa lalu. Apakah Helios, Zack, Jax, Solomon, Sol, Juno dan Nikael bisa menebak kenapa mereka masih hidup? Atau justru akan tetap terjebak dan menjadi maling seumur hidup? A Criminal, Comedy, Thiller fanfiction of Enhypen presented by @Sail_thseas
Talvez você também goste
Slide 1 of 7
Pangeran Kegelapan cover
CYNEFFIN : LOTHLŌRIEN HIDDEN HISTORY cover
EPINEUX'S  cover
Maniac (kapal cemara) cover
Between Crown and Forest cover
Library of Heaven's Path Ch. 1 - 200 cover
library of heaven path (201-400) cover

Pangeran Kegelapan

22 capítulos Concluída Maduro

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.