PPX : My Family Loved Me

PPX : My Family Loved Me

  • WpView
    Reads 345
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 19, 2019
Seseorang anak yang tidak pernah tahu tujuan hidup nya, hingga dia menemukan 'sesuatu' saat dia mulai masuk ke 'dunia' SMA/Sederajat. Banyak 'pelajaran' yang dia dapat setelah menginjakan kaki ke 'dunia' tersebut, persahabatan , pertempuran , percintaan , dan penghormatan. Perjalanan hidup nya tidak lepas dari peran keempat sahabatnya (?) , yang selalu mengiringi dia untuk mendapatkan 'sesuatu' yang dia impikan selama hidup nya. Pasti gak penasaran nih wkwwk ... yaudah, kali aja mau baca cerita nya ! Check bandicoot dah ! :D
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • THE NAIAD (transmigrasi) {END}
  • LOVE & FRIENDSHIP (COMPLETE)
  • Taka Kun
  • DEVIAN [END]
  • The First, Not the Last
  • 3 Gokil Friends
  • Kalysian
  • Kelas A [End]

Bercerita tentang kehidupan seorang anak dari keluarga blasteran Jerman-Tionghoa yang miskin, ia memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia sejak dirinya masih kecil, tepatnya di bangku Sekolah Dasar. Di bangku dasar, ia menghadapi kenyataan pahit tentang lingkungan sekitarnya, yaitu pengucilan dan perundungan. Di lingkungan rumah, keluarganya mengalami pengucilan oleh warga sekitar karena diri mereka yang berbeda. Di sekolah pun juga, teman-teman di sekitarnya termasuk dirinya banyak yang mengalami perundungan oleh para siswa nakal. Setelah melalui lamanya masa penindasan sedari kelas 1 SD, akhirnya dirinya mulai bertindak serius untuk mengadakan perlawanan terhadap para perundung itu. Ia pun mempersatukan semua temannya yang tertindas untuk melawan perundungan di sekolah itu dan menunjukkan bahwa minoritas bukanlah suatu kekurangan. Ia ingin menunjukkan bahwa menjadi minoritas bukan berarti mereka lemah. Namun, cara yang digunakan anak itu sangat ekstrem. Karena memang dirinya mempunyai pandangan yang berbeda dengan orang lain. Dari situlah dirinya mulai berkembang menjadi apa yang ada pada dirinya sendiri, tetapi hal itu jugalah yang merupakan gangguan yang dimilikinya... Melampaui batasan-batasan moral, dirinya mengalami konflik emosional yang dilematis. Cara yang baik dan jahat. Manakah jalan yang ia pilih?

More details
WpActionLinkContent Guidelines