Part 1
Pada pagi hari di satu sekolah ada sekelompok cewek cewek cantik dan mereka adalah Cahya,Lany,Amel,Nisa,Sukma sebut aja mereka CLANS (Cahya,Lany,Amel,Nisa,Sukma) mereka adalah atlet basket disekolahnya dan mereka punya musuh, yaitu RAHEV (Rizki,Angga,Handika,Eka,Vino) mereka juga adalah atlet basket dann cowok idaman para cewek, disekolah pun hampir semua yg tergila gila sama mereka yaa kecuali CLANS. Dan ada nih cewek cewek yg fanatic banget sama mereka yaitu
(Hera,Tiwi,Hasna,Jennie,Maulin). Gila mereka fanatic banget sama RAHEV
Pada pagi itu bel sekolah berbunyi menandakan masuk.
Dikelas...
CLANS dengan RAHEV tak sekelas
Bel pulang pun berbunyi
"Eh guys hari ini kita latian basket ya"kata nisa
"Latihan nis?kan sekarang gada latian basket"kata cahya
"Gapapa kale kan biar tambah jago"kata amel
"Yaudah deh ayo"kata cahya
Mereka langsung ganti baju
Disaat latihan.....
"Kita pemanasan dulu ya"kata sukma
"Iya ayo"kata lany
Pas lagi pemanasan tiba tibaaaa
"Amel awasss" kata sukma berteriak
"Aduhh"kata amel yang kepalanya kena bola
"Siapa sih yang lempar bola ke gue"amel menggubris
"Kaliannn"kata CLANS
Ternyata yg lempar bola adlh Eka
"ngapain kalian disini? ini kan bkn jadwal latian kalian"ucp sukma
"kita pengen aja, ya gak?"ucp handika sambil menoleh kebelakang
"kalian rese ya"ucp nisa
"udah deh udh mending kita tanding aja"ucp vino menantang
"tanding?"kaget lany
"iya tannding"ucp vino
"gmna nih mereka kan jago jago"ucp amel berbisik
"biarin aja, gue berani ko"nisa ucp
"gimana?kalian berani ga?"kata angga
"ya pasti berani lah, ayo siapa takut"kata nisa sambil membawa bola bskt
"nis, lo ga salah kan?"heran sukma
"engga"tegas nisa
"ayo cepetan"kata cahya
"tunggu tunggu"vino menahan pertandingan
"apaan lagi sih cepet dong"ucp lany
"ada perjanjiannya"ucp vino
"perjanjian apa sih?"
Mau tau perjanjiannya apa?
Mau tau apa? Tunggu part 2 yaaa
Read dulu yaaa part 1 nya
Kaesar Morvayn Leonard, pemuda yang dikenal sebagai pemimpin geng Morvaylus, hidup dalam kekacauan dan pemberontakan. Namun, hidupnya berubah ketika ibunya mengungkap rahasia tentang ayah kandung yang selama ini tidak pernah ia kenal.
"Ibu akan menikah lagi. Keluarga calon suami Ibu... mereka tidak menerima masa lalu Ibu yang memiliki anak," ucap Marcia dengan suara serak.
"Kae, kamu harus menemui ayahmu. Kamu tidak bisa tinggal di sini lagi."
Terpaksa meninggalkan rumah, Kae memulai perjalanan untuk menghadapi masa lalu dan mencari jawaban, sambil melawan kemarahan dan rasa hampa yang membelenggunya.