Antara Rindu Dan Benci

Antara Rindu Dan Benci

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, May 5, 2016
Rindu dan Benci Ketika itu adalah sebuah hari yang membuatku lelah. Diriku pun berlari dari muka - muka kusam masyarakat dan keramaian kota. Dirku merasa mereka telah menjadi memuakkan. Diriku pun berjalan menyusuri jalan - jalan menuju lembah dan ngarai yang memberikan kesejukan di hatiku. Malam yang membuat diriku memasuki suasana dimana, diriku merasa halusinasi tentang dirimu. Dendam tak hanya merasa kepada diriku. Diriku merasa lebih tersiksa bagai laksana embun yang tak mampu meneteskan disaat buaran lautan api menerpa. Sesering mungkin diriku menghela desahan nafas ini. Dengan menghela, mungkin diriku dapat tersadar atas dendam dan rindu yang selalu menerjang palung hati ku. Sang pemuja hatimu kini telah berubah dengan wujud bidadari tergores topeng belaka. Bidadari hatimu itu mampu membangunkanmu dari diriku namun perlahan mematikanmu dalam penderitaan duniawi. Beribu hari tanpa dirimu, aku telah terbuka dan terbangun dengan apa yang tuhan izinkan atas diriku. Dirim
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eternal Bond
  • Aku Dan Runi
  • Behind The Smile
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • Secret Love Maze
  • NADIRA [On Going]
  • MENGUMPAT !
  • Kisah {Complete}
  • NOT SAME (COMPLETE)

"Jika dunia melupakan kita... apakah kau masih akan mengingat?" "Biarpun seiring waktu hancur dan semesta mulai berubah, akan tetap mencarimu, bahkan jika yang tersisa dariku hanyalah bayangan tanpa nama." "Dan jika aku mati sebelum bertemu lagi?" "Maka biarkan rohku menjelajah setiap waktu... sampai takdir menebus janji kita." Mereka pernah bersumpah di ujung kehancuran, di tengah hujan darah dan nyala api, bahwa jika dunia memisahkan mereka, maka mereka akan memaksa takdir untuk bersatu kembali. Sekarang, di antara ruang dan waktu yang telah terbelah, dua jiwa itu masih mencari. Tak saling mengenal, tapi saling merasa. Dan saat tali merah kembali tertarik oleh nasib, dunia harus memilih. Dua jiwa atau kehancuran berikutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines