Story cover for Brown by heliapan
Brown
  • WpView
    Reads 14,557
  • WpVote
    Votes 1,795
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 14,557
  • WpVote
    Votes 1,795
  • WpPart
    Parts 17
Ongoing, First published May 06, 2016
Terlalu ramai hari ini. Jalanan kali ini penuh dengan sesak kerumunan orang yang berlalu lalang bercengkerama dengan baik dan hangat kepada orang terdekat.

"sudah dua puluh tahun"

seorang wanita paruh baya dengan erat memeluk mantel hitamnya dengan terus memandang kebawah mengawasi keadaan sekitar lewat kaca apartemennya. Sambil terus termenung menjelajah memori masa lalunya yang begitu lekat di otak tanpa kurang sekalipun walapun wanita itu sudah termakan oleh usia.

"joseph, semua tidak berubah. Memang keadaan terus berlalu. Tapi suasana enggan meninggalkanku dari ini" dia tersenyum mengingat sesuatu di masa mudanya yang terasa terlulang kembali dimasa tuanya sekarang.

Malam natal memang selalu terasa hangat untuk di curahnya kepada orang yang di cintai. Tak urung dengan wanita ini pula. Dia selalu menanti malam natal dengan penuh cinta. Cinta yang tak pernah bisa lepas dari dalam dirinya.
Sekejap dia menutup mata. Menarik nafas sedalam-dalamnya sebisa dia menarik udara sekira untuk masuk kedalam paru-parunya. Walaupun cukup dingin suhu hari ini, tapi hatinya tetap hangat. Sama seperti dua puluh tahun lalu saat dia mulai merasakan pesona Jackson dan mulai menaruh hati pada pria.

"dia coklat. Kepribadiannya coklat. Hahaha sangat manis saat melihat tingkah lakunya jika berusaha menenangkanku. Aku sungguh tingkahnya yang keras kepala itu." wanita itu bergumam sambil berjalan duduk diam di sofa merah cerah. Merebahkan tubuhnya dan mencoba kembali ke masa 20 tahun lalu.
All Rights Reserved
Sign up to add Brown to your library and receive updates
or
#46kryber
Content Guidelines
You may also like
H-30 (Freenbecky)  by linabecbec
39 parts Complete Mature
Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.
Kako Kara No Koibito [End] by TIARAAULIDYA
50 parts Complete Mature
[BEDAALAM+LOVE+RENGKERNASI]❕ >>>>> Dibalik derasnya hujan, berdiri seorang wanita bermantel abu abu yang menatap ke arah mayat dengan darah yang terhapus pelahan oleh hujan. "Tchh, Sangat buruk.. Aku telah menyaksikan dan melakukan kematian terhadap penjahat ini, tapi.. setidaknya darahnya berguna untuk ku". Ujar wanita itu yang pelahan menjauh dari mayat yang tergeletak. Dia melemparkan linggisnya ke langit dan kemudian dia tangkap sambil tertawa kecil. Kisah ini di mulai oleh seorang wanita muda yang berusia 19 tahun lebih pada tahun 2025. Wanita itu adalah seorang introver dan bersifat sedikit dingin. Tapi sifatnya itu tidak sepenuhnya mirip seperti introver yang lain. Kepribadian lainnya membuat diri dia juga bisa terlihat buruk dan menyeramkan. Bahkan didikan keluarganya yang tidak dapat membuat dia selalu emosional, sampai akhirnya setelah dewasa dia akhirnya memiliki sifat agresif verbal yang bisa membuat dia mengalami mental yang buruk tapi itu membuat dia sangat kuat dan berani. Hal yang membuat dia tenang adalah melukis sesosok hantu pria yang membuat dia menyukai lukisan hantu itu dan tersenyum bahagia. Sampai suatu hari saat dia menginap di salah satu hotel apartemen milik temannya, dia mulai memiliki kisah yang aneh, dia mulai terjebak dalam pusaran kisah cinta unik dan sulit dibayangkan dengan seorang hantu pria asal jepang, tanpa sengajah. Yang dimana dia mengaku kalau ia selalu menunggu seseorang yang mirip dengan gadis itu bertahun-tahun lamanya di depan lift setiap negara. Pertemuan itu membuat hantu pria itu merasa senang tapi tidak dengan wanita itu yang masih merasa takut dan kebingungan. "Ta..tapi.., apa yang terjadi? Apa aku adalah jodohnya??!!" Ujar wanita itu yang berteriak di dalam hatinya. Hantu itu hanya tersenyum manis dengan wajahnya menyeramkan karena ia tidak memiliki mata. Tapi dia terlihat sangat berbeda dari setiap hantu. dan apa penyebabnya? semua akan dijelaskan di cerita ini, jadi selamat membaca.
PUTARAN TERAKHIR WAKTU by hella_W
32 parts Ongoing
★*☆♪ Sinopsis ★*☆♪ "Apa yang ingin Anda tebus?" "Kalau seandainya... semua itu tidak mungkin? Anda tidak bisa kembali. Tidak bisa bertemu Aeris lagi. Apa yang tersisa dari Anda?" Leonhardt Glen menatap lurus ke depan. Bukan emosi yang tampak di wajahnya-melainkan kehampaan yang menyeramkan. "Kalau Aeris tidak ada... maka saya pun tidak ada." --- Setelah kematian istrinya, Leon tidak menangis. Tidak marah. Tidak bicara soal duka. Ia hanya mulai mengatur dua piring makan di meja. Menjawab percakapan yang tak ada. Mereka menyebutnya gangguan delusi. Tapi bagi Leon, itu satu-satunya cara bertahan hidup. Dan ketika sebuah artefak tua memberinya kesempatan untuk memutar waktu, ia tidak bertanya. Tidak ragu. Ia hanya berkata: "Biarkan aku mengulangnya. Biarkan aku melihatnya sebelum aku terlalu terlambat." Tapi waktu tidak pernah mengulang dengan cara yang sama. Di kehidupan kedua ini, Aeris hidup kembali. Dan hanya dia yang mengingat segalanya. Sedangkan Leon, kembali sebagai anak sepuluh tahun- tanpa kenangan, tanpa luka. Tapi bahkan dalam ketidaktahuannya, ada sesuatu tentang gadis itu yang selalu membuatnya ingin diam lebih lama. Dan ketika mata mereka bertemu, hatinya bergetar untuk alasan yang belum ia pahami... ...dan mungkin, belum siap ia tanggung. . . . [Note Penting dari Penulis] !!! Cerita ini masih dalam tahap penyusunan awal dan belum mengalami proses editing penuh. Judul, cover, sinopsis, dan bab akan mengalami revisi seiring waktu. Saya gunakan Wattpad sebagai media bantu untuk menata alur dan semangat menulis. Mohon maaf jika ada kekurangan. Versi final akan di-update saat naskah lengkap. Terima kasih sudah mampir!🥰 . . . [Disclaimer & Peringatan Hak Cipta] ‼️ ig : hella_W Tolong jangan disalin, dijiplak, atau diterbitkan ulang di platform mana pun tanpa izin. AKU GAK MAIN - MAIN SOAL PLAGIARISME‼️ Hormati penulis, seperti kamu mau tulisanmu dihormati juga. Terima kasih udah baca secara jujur. 🥰🥰
You may also like
Slide 1 of 8
H-30 (Freenbecky)  cover
3. Chiaroscuro ✔ cover
Kako Kara No Koibito [End] cover
DENTING  [Revisi] cover
Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME) cover
SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT) cover
PUTARAN TERAKHIR WAKTU cover
Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS] cover

H-30 (Freenbecky)

39 parts Complete Mature

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.