RAPUH
  • WpView
    LECTURES 41
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé ven., mai 6, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
"Hidup itu seperti sebuah drama, kadang sedih, senang dan sakit. Apapun yang sedang dialami sekarang bersyukurlah karena syukur akan membuat hidup lebihbaik. Walaupun anda sakit sekalipun, terimalah itu sebagai hikmah utnuk berbuatlebih baik lagi. Kamu pasti sembuh. Bukankah bagi Allah itu tiada hal yang tidak mungkin?"
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Memories in Moon
  • Christian & Marsha (S2)
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Amin paling serius
  • JODOH PILIHAN KYAI (COMPLETE)
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Full Of Scratches
  • HELLO, ASHEL!

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu