Takdir Yang Menuntun Kita

Takdir Yang Menuntun Kita

  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 5, 2016
Pernahkah kau membayangkan kedua keluarga besar tersenyum bahagia tanpa ada tetes airmata kesedihan di depan ratusan saksi? Pernahkah kau membayangkan melihat ibu yang mengandungmu meneteskan air mata, saat kau menceritakan semua ini? Mungkinkah Engkau tetap membiarkan kami berlutut di depan altar atau bersujud di atas sajadah ketika beribadah didepanMu? Mungkinkah Dia menginginkan lipatan genggaman tanganmu dan tengadah telapakku di setiap doa-doa kita? Mungkinkah Rosario dan tasbih memang ditakdirkan untuk tetap erat pada genggaman jemari tangan kita masing-masing? Bila tak tersatukan, Berharap suatu saat jangan pertemukan saya kembali dengan dia, jika rasa ini masih tetap ada.. Kelak apa yang akan dipersatukan Tuhan, dan apa yang akan dipisahkan Tuhan. Itu yang terbaik. Muslim dan Nasrani punya kakek moyang yang sama,moyang tercinta Ibrahim semoga damai bersamanya karena 2 orang yg mengalami percintaan beda agama. mereka sesungguhnya telah diikrarkan bukan karena keyakinan, namun karena cinta
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Izinkan sekali saja
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Di bawah Langit Pesantren
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • My Dear Jannah
  • Faith

Bagi Laisha, setiap waktu yang dilaluinya adalah berharga. Begitupula 8 tahun yang sudah dia habiskan untuk menjalin hubungan bersama Tian-kekasihnya. Saat segala mimpi dan harapan-harapan telah terajut begitu manis dan indahnya, kenyataannya segalanya hanya berakhir menjadi kenangan. Meski sakit, Laisha berusaha ikhlas. Bagaimanapun perpisahan memang satu-satunya jalan yang harus dia pilih di antara perbedaan dirinya dan Tian. Sekalipun rasa cinta di antara keduanya masih sama besar kapasitasnya. Seakan tidak cukup hatinya dihancurkan akan kenyataan tentang jeda di antara dirinya dan Tian. Pun semua karena ia ingin menjalankan permintaan terakhir kakaknya. Yakni menjadi ibu dari keponakannya yang baru lahir dan juga istri sambung dari kakak iparnya. Laisha seharusnya menolak itu, namun saat melihat wajah penuh harap kakaknya dalam keadaan sekarat, ia hanya mampu mengiyakannya. Laisha sudah mengorbankan cintanya dengan merelakan Tian. Namun, apakah melakukan pernikahan paksa dengan Arkan adalah keputusan benar? Karena sampai kapapun, dia tidak akan pernah bisa menggantikan sosok Liana-Kakaknya. Mau tidak mau, Laisha harus menanggung segala konsekuensi dari keputusannya sendiri.Termasuk bagaimana cara Arkan memperlakukannya. Pria itu seakan tidak pernah menganggapnya ada. Mungkinkah Laisha bisa bertahan? Atau justru dia memilih menyerah dan berakhir dengan Bian yang mencintainya setelah Tian? "Kutahu, garis takdirku telah engkau putuskan, wahai semesta. Namun izinkanlah sekali saja kau berikan akhir bahagia untukku. Hidup dengan seseorang yang akan menjadi pendampingku selamanya." _Laisha_

More details
WpActionLinkContent Guidelines