Takdir Yang Menuntun Kita

Takdir Yang Menuntun Kita

  • WpView
    LECTURAS 283
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jun 5, 2016
Pernahkah kau membayangkan kedua keluarga besar tersenyum bahagia tanpa ada tetes airmata kesedihan di depan ratusan saksi? Pernahkah kau membayangkan melihat ibu yang mengandungmu meneteskan air mata, saat kau menceritakan semua ini? Mungkinkah Engkau tetap membiarkan kami berlutut di depan altar atau bersujud di atas sajadah ketika beribadah didepanMu? Mungkinkah Dia menginginkan lipatan genggaman tanganmu dan tengadah telapakku di setiap doa-doa kita? Mungkinkah Rosario dan tasbih memang ditakdirkan untuk tetap erat pada genggaman jemari tangan kita masing-masing? Bila tak tersatukan, Berharap suatu saat jangan pertemukan saya kembali dengan dia, jika rasa ini masih tetap ada.. Kelak apa yang akan dipersatukan Tuhan, dan apa yang akan dipisahkan Tuhan. Itu yang terbaik. Muslim dan Nasrani punya kakek moyang yang sama,moyang tercinta Ibrahim semoga damai bersamanya karena 2 orang yg mengalami percintaan beda agama. mereka sesungguhnya telah diikrarkan bukan karena keyakinan, namun karena cinta
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • My Precious Husband
  • My Dear Jannah
  • di akhir perang
  • My Heart is Calling You✓
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • [4] Cinta & Benci 2
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Izinkan sekali saja

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido