Bad Memories

Bad Memories

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 12, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
[warning : mengandung kata-kata kasar] (bijaklah dalam memilih bacaan,dan hargai penulis dengan sepantasnya) ***** Keya Michelle, gadis pemilik mata hijau ini seakan dihadapkan pada sebuah kenyataan pahit di hidupnya. Harapannya untuk tidak dapat bertemu dengan sosok yang menurutnya tidak pantas untuk dia cintai itu seakan terkubur dalam dalam saat dia menghadiri acara kecil di restoran Freya Thompson sahabat sehidup semati yang ia miliki. Apa yang akan dilakukan Keya saat ia tahu bahwa ia harus bertemu dengan sosok itu lagi setelah berusaha untuk melupakan semua kenangan yang terjadi setahun silam? " Hatiku harap cemas saat kembali teringat bahwa dia salah satu teman alex, apa dia datang? kalau dia datang, apa yang akan ku lakukan? menampar wajahnya? atau aku akan menangis dan memeluknya erat dan berkata bahwa aku mencintai nya? haha bodoh, tentu saja opsi pertama lebih bagus untuk di lakukan keya!"-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • My Partner in Everything
  • Love Therapy (Selesai)
  • Not Me & Not Mine
  • Pacaran Sama... Dokter Cuek! (Selesai)
  • My Enemy Ayna
  • this is me
  • Veero [ON GOING]

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines