antara Asya dan Perasaannya

antara Asya dan Perasaannya

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 3, 2016
Bukan hal mudah untuk melupakan rasa sayang yang teramat dalam. Asya sangat payah dalam hal tersebut, melupakan perasaannya sendiri. Ketika dulu ia diperjuangkan. Ketika perasaannya dibangkitkan. Ketika luka-luka di dalam hatinya disembuhkan. Dan ketika ia di buat bahagia kembali dengan senyuman. Sekarang, seseorang yang membuatnya bahagia kembali. Telah pergi. Meninggalkannya, setelah rasa sayang yang baru hinggap menemani. Asya sadar, Afta sudah pergi. Asya sadar, bahwa ia terlambat untuk membalas perasaan Afta. Asya sangat terlambat, untuk menyayangi Afta. Asya tau ia sangat terlambat, hingga membuat Afta menunggu dan pergi. Asya kecewa pada dirinya sendiri. Afta kecewa dengannya. Itu yang Asya tau sekarang Tapi tidak meurut Xael. Asya tidak salah, Asya hanya masih takut. Takut jatuh untuk kesekian kalinya. Takut karena masa lalunya. Hingga Asya masih memilih untuk sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ashilla [TERBIT] ✓
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Maaf untuk Berpisah
  • 10 Days To A New Beginning
  • Dear, Mr. A
  • Antara Syurga dan Kasih (TERBIT)
  • Wound's Strengthen Oneself (Not Continued)
  • WISHES.
  • Lost in Reverie [Moqeel]
  • Another Me

"Saya menikahi kamu bukan karena cinta. Tapi, karena Aila membutuhkan seorang ibu, dan ia ingin kamu yang menjadi ibunya!" Ashilla Nadiatul Shafa, harus menelan pil pahit di malam pernikahannya. Malam pernikahan yang seharusnya menjadi malam yang penuh gelora, cinta, kasih, dan penyatuan dua insan yang sudah terikat akad menjadi malam yang penuh derita bagi Ashilla. Pria yang ia pikir akan menjadi orang yang tepat, menjadi suami yang akan membimbingnya sama-sama menuju syurga, ternyata justru menjadi orang yang menancapkan belati ke jantungnya. "Seharusnya saya nurut apa kata Mas Zidan, untuk tetap mengajar di pondok. Dengan begitu saya ndak akan bertemu njenengan, dan menikah dengan orang jahat seperti njenengan!" Ashilla yang lahir dari keluarga sempurna, mendapat banyak cinta dari keluarganya, rupanya adalah wanita yang rapuh. Ada luka yang di simpan sendirian olehnya, ia bahkan tidak tahan dengan rasa sakit dari luka itu, dan sekarang Gus Ikmal malah menambahnya. Akankah Ashilla tetap bertahan dengan semua luka di hatinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines